MALUKUnews, Ambon: Imbas politik Pilgub Maluku 2018 masih menyisahkan cerita kelam. Meski kontestasinya telah usai dan melahirkan kepemimpinan yang baru, namun suasananya berbeda dengan yang dirasakan oleh enam calon guru kontrak di negeri Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBT).

Mereka menjadi korban janji politik dari seorang Kepala Unit Pendidikan Tingkat Dasar (UPTD) Kecamatan Kilmury, SBT, Abdul Rasit Pateikon. Saat itu Pateikon adalah tim sukses pemenangan kandidat Cagub-Cawagub, Ir. Said Assagaff-Andreas Rentanubun (SANTUN) pada Pilgub Maluku Juni 2018 lalu.

Dalam pernyataannya, Pateikon menjanjikan enam orang warga dari anak negeri Kilmury yang sementara mengikuti tes akan diloloskan. Janjinya itu disampaikan dihadapan masyarakat masyarakat Desa Gunak di SBT bila mereka memenangkan pasangan Assagaff-Rentanubun (SANTUN).

Janji itu kini ditagih masyarakat sesuai kesepakatan karena mereka berhasil memenangkan pasangan SANTUN meskipun SANTUN kalah di Pilgub Maluku Juni lalu. Namun saat dikonfirmasi warga atas janji itu, Pateikon tak bergeming. Harapan anak negeri Kilmury atas nasib enam orang warganya menjadi pupus.

" Dia (Pateitekon) janjikan untuk kami masyarakat Desa Gunak, tentang enam orang yang ikut tes kontrak kamarin itu, harus lolos, sehingga kami masyarakat merasa sangat gembira pada saat pemilihan gubernur kamarin, " ucap Salim salah satu warga yang mengaku kesal saat berbincang dengan Malukunews.co, Rabu, (15/08) pagi.

Kata Salim, janji Pateikon itu disampaikan sebelum pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada 27 Juni 2018 kemarin. " Kalau kamong (masyarakat) Desa Gunak bisa menangkan Asagaf dan Andrias maka enam orang itu jata lolos, " ucap Salim, meniru janji Pateikon.

Selain Pateikon, janji yang sama juga datang dari Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Gunak, Husin Keliwou, namun pada akhirnya Keliwou sendiri mengkhianati janjinya, " ini dong (Pegawai) sekongkol par manfaatkan katong (masyarakat) dalam kepentingan politik, " beber Salim.

Salim mengaku perlu menyampaikan hal ini bukan semata soal kekecewaan warga atas janji Kepala UPTD itu, namun hal ini menyangkut nasib pendidikan bagi warga masyarakat Desa Gunak yang nasibnya ditentukan oleh enam warga itu. Hingga Saat ini, masyarakat Desa Gunak yang terdiri dari Dusun Batumangar, Ampera dan Gunak, Mengalami kekurangan tenaga pengajar dalam mendidik siswa.(Sofyan)