MALUKUnews, Ambon: Sudah satu minggu Hasa Rumatiga (40), warga Desa Loko, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) b­lum ditemukan.

Korban bersama dua rekannya pergi melaut sejak 25 Juni lalu di per­airan Loko. Saat me­nyelam, korban te­nggelam. Dua rekan korban, yaitu Jalal Ru­ma­tiga dan Karbessy Rumahtiga berusaha menolong, namun tak berhasil.

“Dari keterangan rekan-rekan korban yang bersama-sama korban saat itu, mereka menjaring ikan kemudian tiga orang termasuk korban ini menyelam. Korban ini yang paling dalam menyelam. Keduanya melihat korban dan berusaha menolong, korban namun tidak tertolong,” jelas Kepala Desa Loko Salim Rumatiga kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Minggu (2/7).

Karena tidak bisa bertahan, Jalal dan Karbessy memilih naik dan bertahan di perahu, sambil menunggu kalau korban muncul.

“Setelah beberapa saat mereka naik ke permukaan korban tidak naik, karena menunggu beberapa saat ternyata korban tidak muncul-muncul dan kedua rekannya itu langsung bersama-sama mencari korban, tetapi tidak ketemu,” jelas ungkap Salim.

Jalal dan Karbessy kemudian kembali ke darat dan menyampaikan peristiwa itu, kepada warga Desa Loko. Saat itu juga, warga desa kembali ke laut untuk mencari korban, namun tetapi tidak berhasil.

Kepala BPBD Kabupaten SBT, Nurbandi Latarissa yang dikonfir­masi membenarkan kejadian terse­but. Menurutnya, upaya pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan.

“Sampai saat ini korban belum ditemukan. Kita masih melakukan pencarian, bersama tim SAR, Dinas Perhubungan berkerjasama dengan Camat Pulau Gorom dan pulau Panjang Kabupaten SBT untuk mengerahkan warga mencari korban. Kita juga melaporkan kepada provinsi,” jelas Latarissa.

Latarissa mengatakan, batas waktu pencarian harusnya sudah dihentikan. Namun karena memper­timbangkan keinginan warga maka masih terus dilakukan dalam minggu ini. Kalau tidak berhasil, maka pencarian akan dihentikan.

“Kalau korban tidak juga ditemukan maka akan diberikan santunan kepada keluarga korban,” Latarissa. (siwalima)