MALUKUnews, Bula: Kepala Kantor Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Tutiek Juliniar Firdaus Manyulu, bersama muspika gagalkan ratusan kubik kayu berekonomis penting karena tidak dilengkapi dokumen.

Manyulu yang dihubungi media ini, mengatakan, penahan kayu tersebut dilakukan saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Karai yang berada di wilayah hukumnya.

Sebanyak 30 kubik kayu belu hitam di yang di ambil di hutan Karai ini yang siap diangkut ini langsung dicegat. Mayulu juga menjelaskan, sesuai data yang diperolehnya, sekitar 100 ribu kubik kayu hasil pembalakan liar di daerah ini dan sudah diangkut keluar seperti di Ambon dan Jawa.

“ Setelah kami cek puluhan kubik kayu dengan di jual secaar ilegal sampai ke pulau Jawa itu dengan per kubiknya Rp. 30 juta,” ucapnya, Sabtu (30/06).

Lanjutnya, Manyulu juga menjelaskan modus yang di lakukan para pengusaha kayu di kecamatan Waru itu dilakukan dengan cara menyewa dokument milik orang lain dengan menyewa lahan milik warga serta perusahan.

"Setelah kami lakukan investigasi, ternyata perusahan mau pun pengusaha kayu di Waru rata-rata tidak memiliki dokument lengkap. Mereka gunakan modus menyewa dokument orang lain maupun lahan warga dan menyewa perusahan orang lain," pungkasnya. (Red)