MALUKUnews, Bula: Desa Nama Andan dan Desa Namalena di Pulau Parang, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), terkesan terlupakan oleh pemerintah. Kedua desa ini masyarakatnya sangat kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan dan pendidikan yang prima.

Di Desa Nama Andan, misalnya, bahwa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan saja penjabat kepala desa harus mengontrak tenaga kesehatan sendiri dengan menggunkan anggaran desa atau ADD.

Wa Sony dan Wa Bula, tenaga medis yang di kontrak oleh penjabat desa itu mengaku, mengaku, mereka telah dikontrak selama satu tahun oleh desa dengan besar gaji Rp. 800 per bulan. “ Iya pak, beta sudah dapat kontrak su satu tahun dari karateker desa dengan gaji Rp. 800 per bulan pak,” pungkas Wa Sony.

Selain di kontrak, Wa Sony yang juga pegawai kesehatan itu, juga menjelaskan, bahwa untuk mendapatkan obat-obatan untuk keperluan pelayanan kesehatan, ia peroleh dari anggaran ADD desa Nama Andan. Bahkan ia juga harus merogek kocek dari kantong pribadinya untuk membeli obat-obatan guna melayani kesehatan untuk warga desa.“ Disini beta dapat obat sangat susah pak, terkecuali dari desa yang beli. Sudah dua kali desa mengadakan obat menggunkan ADD, bahkan kalau kepepet beta bali obat dengan beta uang pribadai pak,” kata Wa Sony memprihatinkan. (Nikho)