MALUKUnews, Ambon: Pasangan Bakal Calon Perseorangan di Pilgub Maluku 2018, Herman Adrian Koedubun-Abdullah Vanath (HEBAT), Minggu (20/01) kemarin telah memasukan dukungan perbaikan tahap dua sebanyak 178.894 KTP.

Jumlah ini tentu melebihi syarat minimal dukungan perbaikan yang ditetapkan oleh KPU Maluku sebesar 102.918.

Jumlah sebaran dukungan yang dimasukan pasangan HEBAT di KPU tercatat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) merupakan lumbung perauk dukungan terbesar dari sebelas Kabupaten Kota di Maluku.

Sesuai data resmi KPU Maluku, pasangan HEBAT memasukan dukungan perseorangan tahap pertama sebesar 165.510 dukungan, dari jumlah itu tercatat ada sebanyak 24.709 dukungan dipasok dari Kabupaten SBT, setelah dilakukan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual, dukungan sah yang diakui Memenuhi Syarat (MS) tersisa 19.494.

Untuk memenuhi target dukungan minimal seperti yang ditetapkan oleh KPU Maluku yaitu sebanyak 122.894 dukungan, pasangan HEBAT telah memasukan data dukungan tambahan untuk dokumen perbaikan sebanyak 178.563 dukungan. Dari jumlah dukungan tambahan ini, terdapat 75.655 dukungan berasal dari daerah kelahiran Abdullah Vanath, SBT.

Bila presentase jumlah dukungan awal dari SBT sebesar 24.709 pemilih ditambah dengan dukungan tambahan sebesar 75.655 pemilih, maka total dukungan dari SBT sudah mencapai 100.364 dukungan. Padahal jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten SBT untuk tahun 2018 sesuai data resmi KPU yaitu hanya sebesar 86.434 pemilih.

Total dukungan ini sudah pasti melebihi daftar pemilih di SBT, ada kelebihan pemilih sebesar 13.930 jiwa. ini suatu hal yang ganjal, ada terjadi penggelembungan dukungan disana, " ujar Kader Senior PDIP Maluku, Jusuf Penwara dalam rilis yang diterima Malukunews.co, Selasa (23/01), pagi.

Dari presentase angka DPT SBT diatas, Penwara lantas mempertanyakan jika sebanyak 86.434 DPT adalah benar merupakan keseluruhan jumlah masyarakat SBT termasuk PNS, mungkin pula penyelenggara pemilu mulai dari PPS, PPK, KPU dan mungkin lagi pengawas pemilu ikut turut mendukung paslon HEBAT, ataukah ada dukungan ganda dan dukungan siluman sehingga jumlah total dukungan awal dan dukungan tambahan dari SBT sudah melampaui data pemilih.

" Semuanya hanya bisa dijawab oleh KPU Maluku setelah melalui proses penelitian ulang dan verifikasi faktual dukungan tambahan nanti, " tanya Penwara.

Menurut Penwara sesuai undang-undang tahapan penyelenggaraan pemilu dan PKPU dijelaskan bahwa, dukungan tambahan yang dimasukan ke KPU Maluku oleh pasangan calon perseorangan tak boleh diulang data penduduk yang sudah ada di dukungan awal, baik yang di MS maupun TMS.

" Bila di SBT saja sudah ditemui ada kejanggalan, maka tidak mustahil ada juga kejanggalan dukungan tambahan dari kabupaten/kota lainnya di Maluku. Untuk itu KPU diharapkan lebih teliti lagi dalam melakukan rangkaian penelitian dokumen tentunya. " Harapnya. (fon)