MALUKUnews, Bula: Fenomena goyang tobolo di anggap mengikis budaya di SBT. LSM Rembuk. Pro Rakyat berencana akan membubarkan Goyang tobelo jika berpakaian tidak sesuai kaida agama. Hal ini dinungkapkan Ketua LSM Rembuk Pro Rakyat, Ismail Rumbalifar, usai rapat konsolidasi, Senin (12/12), malam, di Bula.

Rumbalifar menegaskan fenomena goyang tobelo yang buming di SBT, dianggap akan mengancam budaya dan kultur masyarakat SBT. " Iya betul goyang tobelo ini sungguh meresahkan masyarakat, dan yang lebih aneh, gayong tubelu seakan bagaikan budaya di SBT, sehingga instansi pemerintah aja di jadikan wahana pelatihan pada jam jam kerja," kesal Rumbalifar.

Rumbalifar juga menakutkan goyang tubelo ini, akan mengikiskan tradisi dan budaya di SBT, Karena telah menghopnptis seluruh elemen masyarakat mulai dari ibu ibu hingga anak anak sekolah Dasar.

" Yang kami takutkan goyang tobelo ini akan mengikis budaya dan tradisi SBT, karena goyang tobelo ini telah merasuk ke sum sum tulang warga SBT bulan saja Ibu ibu anak sekolah dasar pun telah terasuki," pungkasnya.

Rencana goyang tobelo tersebut pada saat penyelenggaran berpakaian tidak sesuai dengan kaida agama islam akan di bubar. "Iya saat ini kami telah konsoludasi besar- besaran dan kami akan bubarkan jika para peserta goyang tobelo berpakaian tidak sesuai dengan kaidah- kaidah agama islam. Kami koalisi relawan Bula Pro Rakyat akan membubarkan goyang tobelo tersebut,” pungkasnya. Hal yang sama juga dinungkapkan Koordinatur Komunitas Peduli SBT ( KOPEL SBT ) M. Saleh Tianotak. Ia mengatakan, goyang tobelo yang membuming di SBT terkesan mengikis budaya lokal setempat. Sehingga tekesan tradisi perayaan maulid nabi pun telah di lupakan. " Fenomena tobeloan seakan akan menghilangkan tradiai perayaan maulid nabi kemarin," ujar Tianotak.

Tianotak juga kesal, dalam hari libur perayaan maulid nabi kemarin, bahkan sejumlah SKPD dan ibu- ibu PKK dilingkup Pemda SBT, lebih memilih latihan goyang tobelo ketimbang menggelar maulid nabi.

Tianotak juga mengukapkan peran panitia hari-hari besar islam di SBT terkesan mati suri, Tianotak juga berharap kedepan Pemerintah daerah segera mengevaluasi PHBI SBT. "Kami berharap Pemkab SBT secepatnya mengevaluasi PHBI SBT.” Cetus Tianotak.

Rencananya goyang tobelo akan di laksanakan secara besar -besaran di ruas jalan di kota Bula, bertepatan pada hut dharma wanita yang akan di laksanakan besok tanggal 14 Desember hingga 3 hari kedepan. Dalam HUT tersebut goyang tobelo sebagai lomba utama di samping sejumlah lomba lainya. (Nikho)