MALUKUnews, Ambon: Persiapan ujian sekolah berstandar nasional terhambat. Pemprov Maluku berkelit soal belum dikucurkannya dana BOS ke sekolah-sekolah.

Belum dicairkan dana BOS membuat pihak sekolah memutar otak. Malah ada yang terpaksa memin­jam di koperasi.

Kepala Dinas Pendidi­kan dan Kebudayan Maluku, M. Saleh Thio yang dikonfirmasi beralasan, dana BOS dari pusat (bosnas) belum ditransfer oleh pemerintah pusat. Sementara dana bos yang dibiayai oleh APBD (bos­da), masih dalam proses pencairan.

“Baik bosnas maupun bosda belum dapat dicair­kan, dimana untuk bosnas dana transfer dari pusat belum masuk ke daerah, sedangkan untuk bosda ada anggaran, namun ma­sih dalam proses pencai­ran,” kata Thio, saat di­konfirmasi Siwalima mela­lui telepon selulernya, Sabtu (10/3).

Thio mengakui, pihak­nya sudah koordinasi dan Kementerian Keuangan ber­janji segera mencairkan dana bosnas Provinsi Maluku. Ia me­­mastikan tidak terlalu lama lagi dana bosnas maupun bos­da dicairkan. “Kita pastikan tidak terlalu lama anggaran ini su­dah dapatdicairkan,” ujarnya.

Kepala Badan Pendapatan dan Keuangan Setda Maluku, Lutfi Rumbia yang dikonfir­masi mengaku, dana bosda su­dah disiapkan, namun be­lum bisa dicairkan karena ada perbaikan laporan pertanggung­ja­waban tahun sebelumnya.

“Kita harus pastikan uang yang kita keluarkan di tahun lalu harus sama dengan pe­ng­gunaan, olehnya sedikit ter­lambat pada perbaikan laporan,” jelas Rumbia

Menurutnya, bosnas dan bosda merupakan satu kesa­tuan, sehingga pihaknya ma­sih menunggu transfer bos­nas dari pusat. “Mereka menjanji­kan minggu depan sudah di­transfer dan kalau sudah ada akan disalurkan bersama, baik itu bosnas dan bosda ke semua kabupaten kota,” ujarnya. (siwalima)