MALUKUnews, Ambon: Gubernur Baru Maluku, Murad Ismail setelah resmi dilantik sepertinya bakal melakukan perombakan birokrasi besar-besaran. Dua dinas yang dianggap “loyo” bakal menjadi prioritas utama. Siapa mereka?

Adalah Dinas Periwisat dan Dinas Pendidikan. Kedua dinas masuk sebagai prioritas utama Murad Ismail untuk dirombak dan diganti pejabat yang mampu meningkatkan dua sektor ini. Proses merekrut dua pimpinan OPD ini akan dilakukan proses lelang jabatan yang dilakukan profesional sesuai aturan.

“Setelah saya resmi dilantik sebagai gubernur Maluku, dua jabatan Kadis Pariwisata dan Kadis Pendidikan akan saya lepas dengan proses lelang jabatan untuk merekrut pejebat-pejabat handal yang sesuai kriteria kepangkatan tentunya,” kata Murad Ismail, Gubernur Maluku terpilih, menjawab wartawan, Selasa, kemarin.

Dikatakan, untuk mengangkat seorang pejabat ASN menjadi Kadis Pariwisata harus pejabat atau orang yang berkemampuan memamadai, yang mampu memndatangkan wisatawan lokal maupun manca negara untuk tertarik datang ke Maluku, bukan seperti saat ini, kata Murad.

“Kan orang atau pejabat yang memimpin Dinas Pariwisata ini harus pejabat yang mumpuni dan berkelas dengan ide-ide brilian untuk menghidupkan potensi-potensi wisata Maluku. Dengan begitu wisatan baik rigional maupun manca negara tertarik datang ke Maluku. Bukan seperti Kadis Pariwisata Maluku saat ini,” tandas Murad.

Selain, Dinas Pariwisata, Murad menegaskan, Dinas Pendidikan Maluku, juga harus diisi oleh orang atau pejabat yang memiliki integritas untuk memajukan pendidikan di Maluku, buka juga seperti saat ini. “Dua Dinas ini, harus diisi oleh pejabat-pejabat baru,” terangnya.

Murad mengatakan, dalam masa pemerintahan Maluku yang dipimpin, dirinya akan merekrut orang-orang atau pejabat yang mempunyai legitimasi dan bisa bekerja secara profesional dalam membangun Maluku. “Orang-orang atau pejabat-pejabat seperti ini nantinya akan direkrut untuk mengisi jabatan-jabatan strategis selama lima tahun saya pimpin,” terangnya.

Orang yang memiliki legitimasi dan profesional, lanjut dia, setidaknya dapat bekerja secara maksimal dan profesional untuk mencapai target-target yang menjadi program kerja dirinya kelak memimpin Maluku.

“Orang atau pejabat yang berlegitimasi dan profesional akan bekerja sesuai target dan mempu memberikan pelayanan publik secara baik kepada masyarakat. Bukan yang abal-abal seperti saat ini,” sentil Murad lagi.

Menurut Murad, target awal perombakan birokrasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik pemerintah kepada masyarakat yang dinilai lemah. “Jadi harus benar-benar serius kalau mau bekerja dengan saya,” katanya.

“Yang membuat saya kembali ke Maluku ini, salah satunya tentang buruknya pelayanan publik disini. Maka dari itu saya ingin memperbaiki semuanya dan menciptakan pelayanan publik terbaik yang pernah ada di Maluku, agar masyarakat bisa merasa puas,” tegasnya.

Menyoal pelantikan, Murad mengaku, proses pelantikan menjadi gubernur Maluku, menggantikan Said Assagaff, akan segara dilakukan Maret 2018 mendatang. “Semuanya sudah jelas, saya akan dilantik Maret 2018,” terangnya.

Sedangkan untuk Pilpres 2019, kata Murad, dirinya saat ini telah bekerja menangkan pasangan Joko Widodo-Maaruf Amin di Maluku. “Saya telah diberikan tugas, akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” paparnya.

“Saya belum resmi jadi kepala daerah (Gubernur). Jadi tidak ada masalah jika saya bekerja sebagai ketua tim pemenang Pilpres di Maluku. Saya akan terus berupaya dan bekerja menangkan pasangan dengan nomor urut satu,” tutupnya. (MG5)

Sumber: Koran Kabar Timur