MALUKUnews, Ambon: Dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke 72, Polda Maluku melaksanakan upacara ziarah rombongan ke taman makam Pahlawan Kapaha Kamis (05/07).

Kapolda Maluku, Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Sik, memimpin langsung upacara ziarah itu.

Turut hadir dalam upacara ziarah rombongan adalah, Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua, Kajati Maluku, Kasdam, Danlatamal dan Wakapolda Maluku Brigjen Pol DR Akhmad Wiyagus beserta sejumlah PJU TNI Polri Maluku, PJ Ketua dan pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, serta anggota Polri dan PNS Polda Maluku.

Dalam upacara ini, Kapolda memimpin penghormatan kepada para arwah pahlawan kusuma bangsa yang dimakamkan di taman makam Pahlawan Kapaha itu.

Setelah upacara ziarah di Taman Makam Pahlawan Kapaha dilanjutkan tabur bunga oleh Kapolda dan peserta upacara lainnya. Selesai upacara , kapolda menyampaikan, bahwa walaupun upacara ini dibawah guyuran hujan lebat, namun tidak menyurutkan semangat jalannya upacara itu.

Setelah upacara ziarah di taman makam pahlawan di Kapaha, Kapolda beserta rombongan menuju pelabuhan Dit Pol Air Polda Maluku di Lateri untuk selanjutnya melakukan upacara tabur bunga di Laut.

Berbeda dengan upacara tabur bunga di laut sebgaimana dilaksanakan pada tahun tahun sebelumnya yaitu dilaksanakan di Pelabuhan Dit Pol Air, upacara tabur bunga kali ini dilaksanakan di teluk Ambon tepatnya di laut Kota Ambon.

Kapolda dan rombongan menggunakan kapal patroli Polisi Bisma berlayar selama kurang lebih 1 jam dari pelabuhan Dit Pol Air dan sampai di laut depan kota Ambon kemudian kapal berhenti dan dilakukan upacara Tabur Bunga.

Kapolda dalam sambutannya menyatakan, Upacara tabur bunga kali ini sengaja dilakukan di tengah laut kota Ambon, karena laut kota Ambon ini menyimpan sejarah perjuangan para pahlawan Maluku antara lain, Pahlawan Nasional Patimura alias Thomas Matulesy, pernah dibuang oleh Belanda di laut Ambon, namun berhasil selamat hingga akhirnya kembali ditangkap dan dihukum gantung, selain itu juga pahlawan nasional wanita asal Maluku Cristina Marta Tia hahu juga ditangkap belanda dan disiksa hingga wafat dan jasadnya juga di buang di laut. (Qin)