MALUKUnews, Ambon: Keberadaan tempat pemberhentian bus atau Halte Bus yang dibangun Kementrian Perhubungan di Provinsi Maluku saat ini dinilai kurang berfungsi dengan baik.

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXIII Maluku bakal mengevaluasi pembangunan dan keberadaan halte-halte bus itu. Demikian disampaikan Kepala BPTD, Herman Armanda kepada Malukunews.co, Kamis (13/09).

"Kemarin kami sudah invetarisir keberadaan halte-halte di jalan nasional itu. Dan kita akan usulkan untuk direnovasi, agar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyaarkat, " tandasnya.

Kata Armanda, pihaknya akan melakukan renovasi secara bertahap terkait pemanfaatan halte-halte yang sudah dibangun itu. Keberadaan balai ini baru setahun dan pembangunan halte-halte itu dibangun sebelum ada balai ini. " Kalau kita lihat halte-halte itu peruntukkan untuk bus Trans Amboina, namun tak manfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Selama ini, lanjut Armanda, pemerintah daerah telah menyerahkan pengelolaan halte-halte itu kepada perusahaan daerah Panca Karya untuk ditanganinya, tetapi kenyataannya tidak berjalan baik. "Harusnya saat Pemda terima bus bantuan dari pusat itu harus menanyakan bagaimana subsidinya kepada masyarakat, kemampuan mengoprasikannya bagaimana. Ini yang tidak diperhatikan sehingga pelaksanaan dilapangan tidak optimal dan tidak berjalan baik, " katanya. (Red)