MALUKUnews, Ambon: Sepuluh oknum anggota BNNP Maluku yang terciduk sedang asik berpesta minuman keras (miras), hanya diberikan peringatan. Tapi peringatan itu hanya sekali berlaku. Jika terulang kembali, sanksi tegas langsung diberikan.

Empat dari enam oknum polisi yang ditangkap adalah Va, Lu, Ra, dan Ba. Sementara Jw dan Ja berhasil kabur. Sedangkan empat ASN yakni Be, Vi, On dan De. Mereka ditangkap basah oleh Kepala BNNP Maluku saat sedang mengkonsumsi miras tradisional Sopi di Basmen BNNP Maluku, Karpan Ambon, 29 September lalu.

“Saya baru beri peringatan,” ungkap Kepala BNNP Maluku, Brigadir Jenderal Polisi M. Aris Purnomo kepada Kabar Timur, tadi malam.

Jenderal Bintang Satu ini, masih memberikan kesempatan kepada sepuluh oknum anggota yang bertugas di bidang Pemberantasan Narkoba BNNP Maluku, itu untuk memperbaiki dan merubah perilaku buruk tersebut. “Kalau diulangi, saya beri sanksi yang tegas,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, sepuluh anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku tertangkap basah, diduga sedang berpesta minuman keras (miras) jenis sopi. Empat diantaranya oknum polisi, dan empat lainnya Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dua oknum polisi lainnya berhasil kabur.

Sebagai aparat penegak hukum dan aparat sipil negara, sepuluh anggota BNNP Maluku, yang diduga bertugas di bidang Pemberantasan Narkoba, telah menunjukan sikap tidak terpuji. Mereka terciduk pesta miras. Lebih parah lagi, aksi itu berlangsung di Basmen, Markas BNNP Maluku, Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, 20 September lalu.

Ironisnya, perbuatan tak pantas ditiru ini disaksikan langsung Kepala BNNP Maluku, Kombes Pol. Aris Purnomo, pukul 21.00 WIT. Oknum polisi itu diduga diantaranya Va, Lu, Ra dan Ba. Dua orang kabur adalah Jw dan Ja. Sementara oknum ASN yakni Be, Vi, On dan De. Satu diantara enam oknum polisi itu diduga berpangkat Perwira Menengah.

“Kejadiannya Kamis, 20 September jam 9 malam. Saat itu kepala BNNP Maluku bersama dua anak buahnya menuju Basmen. Kepala BNNP Maluku, kemudian meminta anggota merekam video saat mereka ditangkap,” ungkap Sumber Kabar Timur di Kantor BNNP Maluku, Selasa (9/10).

Menanggapi adanya insiden tersebut, Kepala BNN RI Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Heru Winarko didampingi Kepala BNNP Maluku, mengaku pihaknya akan mengambil langkah tegas kepada sejumlah oknum tersebut. “Sangksi tegas ada. Sanksi tegas semuanya sama,” tegas Winarko kepada wartawan, saat menyambangi Kota Ambon di Kantor BNNP Maluku, Selasa, kemarin.

Sebagai aparat pemberantasan Narkotika dan Obat-Obat Berbahaya (Narkoba), Jenderal Bintang Tiga ini mengaku akan membenahi tubuh internal BNN terlebih dahulu. “Secara internal kita benahi. Ibu-ibunya juga datang saat ini untuk kita shering. Jangan sampai bapak-bapaknya berantas narkoba, malah terjadi di rumahnya sendiri. Ini yang akan kita benahi. Kita akan benahi semua, sebelum kita bersihkan di luar kita akan benahi internal dulu,” ujarnya. (CR1) Sumber: Koran Kabar Timur