MALUKUnews, Ambon: Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia dalam rangka penguatan fungsi agama dalam pembangunan Nasional di Provinsi Maluku menggelar rapat koordinasi (Rakor) yang berlangsung di Swissbelhotel Ambon, Kemarin.

Rakor yang dibuka secara resmi oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin M.Ag, yang didampingi Kakanwil Agama Provinsi Maluku Fesal Musaad yang dihadiri oleh peserta kurang lebih 200 orang dari unsur ormas Islam, akademisi, penyuluh agama, dan guru agama.

Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, mengatakan Rakor ini dilakukan dalam rangka untuk mengevaluasi program kerja Ditjen Bimas Islam, dari sudut pandang masyarakat dan mitra kerja dalam menyelesaikan permasalahan umat yang berpotensi menghambat pembangunan nasional. Dengan demikian, hasil evaluasi akan dikembangkan menjadi grand desain program kerja Ditjen Bimas Islam, agar lebih menyentuh, lebih efektif dalam menyelesaikan permasalahan umat Islam di Indonesia.

Untuk itu, dirinya mengajak, agar Stakeholder, Kementerian PPN/Bappenas, DJA Kemenkeu, dan Kemenag, sebagai pengambil kebijakan harus duduk bersama, untuk mendengar dan menilai kebutuhan serta permasalahan umat yang muncul secara proporsional, sehingga sistem dan manajemen penganggaran dan perencanaan program kerja menjadi lebih efektif, efesien, dan profesional. Untuk mencapai tujuan tersebut, Ditjen Bimas Islam perlu melaksanakan sebuah program yang menjadi sarana untuk menyerap aspirasi dengan mendengarkan saran, kritik, serta evaluasi program kebimas islaman dari tokoh - tokoh agama.

Ditambahkan pula, seharusnya Bimas Islam ini tidak lagi menyerap aspirasi, melainkan sudah harus beraksi untuk melayani masyarakat. Hal itu sejalan dengan Visi dan Misi Bimas Islam yakni terwujudnya masyarakat Islam yang beriman, bertaqwa dan berakhlakul karimah, sejahtera lahir dan batin, dalam kehidupan pribadi , bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan Misi yakni meningkatkan kualitas, pelayanan dan pembinaan kepenghuluan, pemberdayaan KUA, pemberdayaan zakat dan wakaf, serta keluarga yang sakinah. (SIL)