MALUKUnews, Ambon: Para pemuda di Kota Ambon menyampaikan duka-cita mendalam kepada para korban bom yang terjadi di sejumlah gereja di kota Surabaya, Jawa Timur. Aksi biadab dan tidak bermoral ini terjadi ketika umat kristiani hendak beribadah pada Minggu (13/05), di sejumlah gereja di Surabaya.

Dalam rilis yang disampikan Ketua DPD KNPI Kota Ambon, Ahmad Ilham Sipahutar, mewakili para elemen pemuda di Kota Ambon, yang diterima Malukunews.co, Selasa (15/05), sebagai berikut;

Mengecam dan mengutuk keras segala tindakan terorisme apapun motif dan latar belakangnya, segala macam tindakan intimidasi dan kekerasan mengatasnamakan sara dengan cara menebarkan teror kebencian dan kekerasan bukanlah ciri ajaran agama apapun untuk itu kami mengutuk segala bentuk kekerasan dan intimidasi.

Mendukung danb mendorong sepenuhnya upaya dan langkah-langklah aparat kemananan untuk mengusut secara cepat sampai tuntas terkait motif serta polanya secara transparan juga gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut. Gerakan terorisme sudah semakin sedemikan marjalela maka diperlukan penanganan khusus yang lebih inmtensif dari berbagai pihak terutama dari negara melalui keamanan sehingga kejadian ini tidak terulang kembali dimasa depan, terkhususnya di Maluku.

Mengajak sdeluiruh warga indonesia, khususnya masyarakaty Maluku untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan dan intimidasi dimanapun dalam dalam bentuk apapun.

Menhimbau warga lintas agama (khususnya elemen pemuda) untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan terus berdoa kepada tuhan yang maha esa untuk keselamatan, kemanan, kemasalahatan, ketentraman dan kedamnaian hidup dalam berbangsa dan bernegara, dalam bingkai semangat bhineka tunggal ika dan pancasila.

Mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah tegas serta cepat terkait penanganan isu terorisme dan radikalisme.

Mencermati perkembangan situasi akhir-akhir ini, dimana belum genap seminggu peristiwa kerusuhan dan pembunuhan di Mako Brimob Kelapada Dua, Depok, Jawa Barat, penusukan anggota brimob dan terakhir bom gereja di Surabaya, maka bersamna ini kami juga mendesak presiden RI, Ir. Joko Widodo dan Ketua DPR-RI untuk segera mengevaluasi Kapolri dan Kepala BIN, karena telah gagal dalam tanggungjawabnya, khususnya dalam menciptakan rasa aman bagi semua warga negara Indonesia.

Pernyataan sikap ini ikut ditanda tangani, HMI Cabang Ambon, GMKI Cabang Ambon, GMNI Cabang Ambon, PMKRI Ccabang Ambon, Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Cabang Ambon, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Cabang Ambon, PD AM GPM Kota Ambon, PC Ansor Kota Ambon, DPC Granat Kota Ambon, BPC HIPMI Kota Ambon, DPD AMPI Kota Ambon, PII Cabang Ambon dan Komando Wilayah Brigade BKPRMI Provinsi Malukiu. (MN)