MALUKUnews, Ambon: Kementrian Agama Republik Indonesia telah merubah proses pemilihan petugas haji tahun ini yang sudah semakin baik dari tahun lalu, dan hal itu berlangsung di seluruh Indonesia termasuk di Maluku.

Pemilihan petugas haji mulai dilakukan dari kabupaten/kota hingga terpilih 14 petugas dan diseleksi lagi hingga menjadi 7 orang. Terkait hal itu, Kakanwil Agama Maluku, Fesal Musaad mengatakan proses seleksi petugas haji itu sangat penting, karena harus mengurus berbagai hal yang berkaitan dengan para calon jamaah haji. Karena pada bulan Juni 2018 calon jamaah haji dengan kloter pertama sudah diberangkatkan menuju tanah suci, " maka dari sekarang petugas haji mesti disiapkan dan seleksi ini dilakukan secara transparan, profesional, serta akuntabel, " ujar Musaad, Kemarin.

Dikatakan, dalam proses seleksi petugas haji ini pasti ada yang berhasil dan tidak berhasil, bagi yang belum berhasil masih punya kesempatan di tahun depan. Dan bagi yang berhasil mesti menyiapkan diri dengan matang, karena kalian merupakan utusan Allah.

Sementara itu, Nurul Badruttamam selaku Kasubag TU dan Humas Ditjen Kementrian Agama RI, mengatakan ini merupakan awal luar biasa yang dilakukan Kementrian Agama untuk merekrut petugas haji, dimana peserta langsung diseleksi dengan menggunakan Handphone (HP) selama 90 menit, setelah itu hasilnya langsung diketahui siapa lolos dan tidak lolos.

Diharapkan, perekrutan ini dapat memberikan kepercayaan diri bagi para petugas haji. Selain itu, tim seleksi berasal dari pengawas Irjen penyelenggara haji dan umrah, dan tes dilakukan secara online, tidak ada campur tangan siapapun, agar dapat menghasilkan petugas haji yang berbobot. (JA)