MALUKUnews, Ambon: Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang perhotelan dan restaurant, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Maluku bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Anging Mammiri Makassar dan Asdep Pengembangan SDM pariwisata dan hubungan antar lembaga Deputi bidang pengembangan industri dan kelembagaan kepariwisataan Kementrian Pariwisata RI, mengadakan uji kompetensi bagi 134 tenaga kerja perhotelan dan restaurant di Kota Ambon.

Para tenaga kerja yang mengikuti uji kompetensi akan mendapat sertifikasi. sertifikasi yang diberikan adalah bentuk pengakuan profesi tenaga kerja hotel dan pengakuan terhadap karyawan yang disertifikasi, agar dapat meningkatkan kelas hotel berbintang dan mempersiapkan karyawan hotel yang berkompeten dan mampu bersaing dengan tenaga kerja asing.

“ Pada era pasar bebas semua hotel harus disertifikasi dan persyaratan sertifikasi hotel adalah tenaga kerja hotel harus 50 persen bersertifikasi. Untuk hal tersebut diperlukan komitmen dan kesadaran dari semua tenaga kerja pariwisata untuk mengikuti sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan oleh LSP, sehingga diera pasar bebas kita tidak menjadi penonton tapi turut berperan dan bersaing dengan tenaga kerja asing, “ demikian ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Habiba Saimima disela acara yang berlangsung di hotel Manise Ambon, Jumat (10/08).

Saimima mengatakan pemerintah sangat berpihak kepada tenaga kerja hotel dan restaurant untuk meningkatkan SDM mereka agar tangguh dan lebih baik. Dimana sertifikasi merupakan kewajiban yang harus dimiliki oleh tenaga kerja hotel, karena sebagai bukti tertulis tentang kemampuan tenaga kerja dan bekal bagi mereka untuk ada dalam persaingan diera globalisasi.

Saimima mengaku terdapat 701 tenaga kerja dibidang perhotelan dan restaurant, namun yang baru memiliki sertifikasi sebanyak 194 tenaga kerja dan yang belum 507 tenaga kerja. Sedangkan untuk perhotelan baru 10 hotel yang bersertifikasi. Untuk itu, pihaknya berusaha meningkatkan lagi hotel yang ada di Kota Ambon untuk memperoleh sertifikasi, agar hotel-hotel tersebut tidak menjadi penonton didaerahnya sendiri.

“ Saya berharap, kiranya hotel-hotel di Kota Ambon Provinsi Maluku harus berbintang seperti hotel-hotel lain di Indonesia, hingga perlu komitmen dan kesadaran dari semua tenaga kerja pariwisata untuk mengikuti sertifikasi kompetensi yang dilakukan LSP Anging Mammiri Makassar, " tuturnya.

Saimima mengharapkan agar para tenaga kerja perhotelan dan restaurant bisa mengikuti kegiatan ini dengan serius dan tanggungjawab, sehingga dapat mengantongi sertifikasi kompetensi yang merupakan harapan semua tenaga kerja. Selain itu ia juga berterima kasih kepada LSP Anging Mammiri Makassar, yang sudah menyiapkan 100 sertifikasi bagi tenaga kerja perhotelan dan restaurant di Kota Ambon Provinsi Maluku.

Sementara itu, Dirut LSP Anging Mammiri Makassar Siti Saenab, mengatakan untuk tahun ini pihaknya melakukan kegiatan sertifikasi di Kota Ambon Provinsi Maluku untuk memberikan sertifikasi kepada 100 tenaga kerja perhotelan dan restaurant, sesuai dengan kouta yang telah ditentukan.

Olehnya itu, pihaknya berharap agar para tenaga kerja perhotelan dan restaurant dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik demi peningkatan SDM, sebab dari karyawan yang sudah memperoleh sertifikasi pada angka 50 persen keatas, sehingga memberikan kesempatan kepada hotel juga supaya dapat memperoleh sertifikasi agar terjadi peningkatan status hotel berbintang.

Hal yang sama juga ditambahkan staff LSP Anging Mammiri Makassar, Gita Kayapos bahwa siapa pun yang bekerja dibidang perhotelan dan restaurant haruslah bekerja dengan kesungguhan hati, sebab standar pelayanan yang diberikan sangat diperlukan. Selain itu, pekerja juga harus memperoleh kesejahteraan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. (SIL)