MALUKUnews, Ambon: Maraknya penyalahgunaan narkoba di Kota Ambon menunjukan bahwasannya kota yang berjuluk Manise ini seperti surganya bagi pengedar dan pemakai barang terlarang tersebut. Dari data yang dikemukakan Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Ambon menempati urutan yang pertama penyalahgunaan narkoba di Maluku.

Tingginya angka presentase penyalahgunaan narkoba di Maluku ini memaksa pihak terkait dalam hal ini pemerintah daerah dan para penggiat anti narkoba untuk lebih berperan aktif menjadi agen dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika di negeri para raja ini.

Dari data BNN itu juga menunjukan Maluku menjadi wilayah dengan tingkat penyalagunaan narkoba peringkat ke tujuh nasional dengan presentase penyalahgunaan narkoba sebanyak 27.940 jiwa dari populasi sebanyak 1.190.200 jiwa atau 2,35 persen.

Penyalagunaan narkoba di maluku cukup tinggi di indonesia. Kota Ambon menjadi yang terbesar menempati urutan pertama. Hal ini dikemukakan BNNP Maluku dalam kegiatan penyuluhan, " Perang Melawan Narkotika Upaya Menyelamatkan Generasi Bangsa " yang diselenggarakan Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Kota Ambon yang berlangsung di MAN 1 Ambon, Sabtu (29/09).

Kegiatan ini dilakukan artas keprihatinan maraknya penyalahgunaan obat terlarang yang kebanyakan penggunanya adalah kaum pelajar. Atas kondisi ini GANN kota Ambon terus berusaha dengan melakukan terobosan pencegahan dan terus gencar melakukan sosialisasi memperkenalkan bahaya narkoba kepada kalangan pelajar.

“ Kebanyakan dari anak-anak kita generasi masa depan bangsa negeri ini, mereka awalnya mencoba-coba setelah mengkonsumsinya terus menerus menyebabkan mereka menjadi pencandu, kondisi ini cukup memprihatinkan, “ jelas Ketua GANN kota Ambon, Edi Irsan Elys, SH dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi Malukunews.co, Sabtu (29/09). (MN-02)