MALUKUnews, Ambon: Kapolda Maluku, Irjen Royke Lumowa menolak tegas langkah Mantan Kasat Narkoba, Iptu Yustus untuk mencari aman. Kapolda telah meneken SK pemecatan narapidana kasus narkoba tersebut.

“Enak sekali membuat pelanggaran, foya-foya dan dapat duit dari situ lalu kita yang terima gaji pas-pas kerja lurus, lalu tidak dapat ganjaran, jadi komitmen saya pasti menindak yang melanggar,” tandas kapolda saat keterangan pers akhir tahun kemarin, di Rupatama Polda Maluku seperti diberitakan koran Siwalima.

Iptu Yustus diganjar enam tahun penjara, denda Rp 1 miliar oleh Pengadilan Negeri Masohi, dan saat ini menjalani hukuman di Lapas Piru.

Selama ini proses pemecatan Iptu Yustus terhambat di propam karena ia mengajukan pensiun dini.

Kapolda menegaskan, bagaimana mau melakukan penegakan hukum, kalau alat-alat penegak hukumnya masih kotor. “Saya tanda tangan sekarang,” tandasnya lagi.

Karo SDM Polda Maluku Kombes Nanang dalam penjelasannya, me­ngaku SK pemecatan terhadap Iptu Yustus sudah diteken. “Ini sudah di­proses sebelumnya oleh Polres SBB dan semua per­tim­bangan itu pecat. Sudah ada surat PTDH,” ujarnya.

Seperti diberitakan, peran Iptu Yus­tus sebagai pengedar narkoba ter­ung­kap, saat polisi menangkap Sekretaris DPRD Kabupaten SBB, Markus Teken yang saat itu asyik memakai sabu di salah satu hotel di Kairatu.

Saat diperiksa Taken buka mulut. Ia mengaku, barang haram itu di­peroleh dari Iptu Yustus Tanikwale.

Setelah pengembangan penyi­dikan dilakukan, penyidik Ditresnar­koba dan Pengamanan internal Bi­dang Propam Polda Maluku meng­geledah ruang kerja dan rumah dinas Iptu Yustus.

Dalam penggeledahan itu, ditemu­kan barang bukti uang tunai se­besar Rp3,6 juta dan pil PCC berjumlah 10 butir. Ia kemudian digiring ke Polda Maluku. Saat diperiksa, Iptu Yustus akhirnya mengakui perbuatannya ter­libat menjual narkoba.

Dalam sidang pada 30 Mei 2018 lalu, majelis hakim Pengadilan Negeri Masohi meng­hu­kum Iptu Yustus enam tahun penjara dan denda Rp 1 milyar. Ia terbukti melanggar pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara Markus Teken dihukum enam bulan penjara dalam sidang pada 12 April 2018. (S5)