MALUKUnews, Ambon: Sebanyak 38 anak berkebutuhan khusus yang tersebar pada tujuh Kabupaten/Kota di Maluku mengikuti lomba festival dan lomba literasi tingkat provinsi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku.

Festival ini digelar dalam rangka untuk membangun pendidikan terkhusus bagi anak yang berkebutuhan khusus.

38 anak berkebutuhan khusus yang berasal dari tujuh Kabupaten/Kota itu masing-masing Kota Ambon, Malteng, SBB, Buru, Bursel, Malra, dan MTB.

"Jadi, mereka akan bertanding selama dua hari dengan mata lomba menyaringkan buku (rangkuman) dan lomba bertutur (sinopsis), dan bagi anak berkebutuhan khusus yang menang siap untuk mewakili Maluku ditingkat Nasional, " ujar Henny Saimima, Panitia pelaksana lomba dalam laporannya pada acara yang berlangsung di Hotel Imperal Iin Kota Ambon, kemarin.

Dalam sambutanya yang dibacakan Kabid PK - LK Dikbud Maluku, Jahja S Baljanan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku mengatakan, kegiatan ini baru kali pertama diselenggarakan untuk Maluku dan proses seleksi diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus atau anak cacat.

Dikatakan saat ini perhatian pemerintah pusat kepada anak berkebutuhan khusus sangat menonjol bahkan mereka mendapat perhatian khusus. Sebab pemerintah berharap, kedepan penyadang disabilitas harus berkembang, hingga berbagai lomba dilaksanakan dan semuanya itu mesti ada perhatian dari para guru agar mereka siap untuk berkompetensi.

" Saya optimis, anak berkebutuhan khusus yang ada di Maluku, mampu bersaing dengan Provinsi lain, " ujarnya.

Untuk itu, bagi para juri dimintakan agar dapat bersikap profesional dalam penilaian, hingga anak - anak tidak terganggu physiknya. (SIL)