MALUKUnews, Ambon: DPRD Kota Tual telah me­milih Abdul Hamid Rahayaan sebagai Wakil Walikota sisa masa jabatan 2013-2018.

Pemilihan berlangsung setelah ditetapkannya hasil kerja Pansus Pemilihan Wa­wali Tual dalam ra­pat paripurna DP­RD yang berlang­sung pukul 10.00 WIT. Saat pari­pur­na tersebut di­se­pakati proses pe­mi­lihan berlangsung pukul 16.00 WIT.

Rahayaan yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPD Provinsi Maluku Bidang Ormas Politik Kepartaian terpilih setelah unggul dengan perolehan 13 suara, sementara Abdul Wahid Hasyim Fakaubun hanya memperoleh 1 suara saja dari 14 suara sah.

Anggota DPRD Tual saat ini tercatat sebanyak 19 orang, setelah Jismin Reubun tersandung masalah hukum. Kelima anggota yang tidak meggunakan hak suaranya saat paripurna yaitu Wakil Ketua DPRD Zainal Kabalmay yang izin meng­hadiri rapat Partai Hanura di Jakarta dan satu anggota sakit. Sementara dua anggota serta satu Wakil Ketua DPRD dari PKS Hassan Reniuryaan walkout sesuai perintah partainya.

“Proses pemilihan Wawali Tual telah selesai, dan semuanya berjalan sesuai dengan mekanisme pemilihan yang ditetapkan di dalam Tata Tertib Nomor 2 tahun 2016. Sesuai dengan tatib, proses pemilihan tetap akan berjalan selama memenuhi kuorom yaitu 14 orang. Di daftar hadir tercatat ada 16 orang hadir, tetapi karena Wakil Pak Zainal Kabalmay ada urusan partai jadi beliau harus minta izin, dan wakil yang satunya lagi beliau Ketua PKS Tual dan memilih walkout karena menjalankan perintah partai. Satu anggota lainnya sakitdan dua anggota dari PKS walkout. Jadi total 14 yang ikut pemilihan, dari 14 orang, 13 orang memilih Abdul Hamid Rahayaan dan 1 orang memilih Abdul Wahid Hasyim Fakaubun,” jelas Ketua DPRD Kota Tual Fadila Rahawarin, Rabu (14/6).

Sesuai hasil pemilihan dimaksud, katanya, DPRD langsung menetap­kan Rahayaan sebagai Wawali Tual sisa masa jabatan 2013-2018.

Selanjutnya, Senin (19/6), DPRD akan menyerahkan hasil parpurna tersebut kepada Gubernur Maluku Said Assagaff sebagai wakil peme­rintah pusat di daerah. “Mungkin Senin nanti baru kita serahkan hasilnya kepada gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Pansus Pemilihan Wakil Walikota Tual, Ishak Nuhuyanan.

Menurutnya, hasil verifikasi berkas calon diserahkan langsung ke­pada Ketua DPRD di dalam paripurna yang diselenggarakan pada pukul 10.00 WIT. Selanjutnya, DPRD menetapkan agar pelaksanaan pemilihan dapat berlangsung sore hari itu juga.

“Baru selesai paripurna pemilihan juga sudah selesai yang terpilih itu Abdul Hamid Rahayaan dan sudah ditetapkan di dalam paripurna sebagai Wakil Wakilota Tual. Yang ikut pemilihan tadi ada 14 orang. Hamid unggul dengan perolehan suara 13 suara, dan Hasyim 1 suara. Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD,” katanya.

Menurutnya, sidang berjalan dengan lancar, hanya saja, ada pernyataan sikap politik yang disampaikan oleh PKS sehingga Fraksi PKS memilih walkout.

“Sidang berjalan dengan lancar, hanya dari PKS saja yang walkout karena pernyataan politik mereka. Selanjutnya, merupakan tanggung jawab pimpinan DPRD ialah menye­rahkan hasil paripurna ini kepada gubernur selaku wakil pimpinan pusat di daerah. Disiapkan dulu administrasinya baru diserahkan,” ungkapnya.

Tuding Salahi Aturan

Sementara itu,Wakil ketua DPRD Kota Tual dari PKS, Hassan Re­niur­yaan mengungkapkan jika proses pemilihan wawali sisa massa jabatan sudah menyalahi aturan, baik UU Nomor 10 tahun 2016 maupun Tatib mengenai pemilihan wakil walikota Tual.

“Dari awal mekanisme sudah salah dan terkesan dipaksakan oleh DPRD Kota Tual,” ungkap Reniuryaan kepada Siwalima di Ambon, Rabu (14/6).

Kesalahan yang dimaksudkan oleh Reniuryaan yaitu, ketika wali­kota Tual, Adam Rahayaan menyo­dor­kan 4 nama dari lima partai peng­usung yaitu Muhammad Kabalmay, Zein Rumles, Abdul Hamid Raha­yaan dan Abdul Wahid Fakaubun, DPRD Kota Tual tidak berwenang untuk menentukan dua nama. Tetapi yang terjadi, DPRD malah melakukan rapat paripurna dan memutuskan Rahayaan dan Fakaubun

“Yang bisa memutuskan dua nama hanya partai pengusung, bukan DPRD sehingga hal ini menyelahi aturan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, sejak 11 Maret 2017 lalu, lima partai peng­usung pasangan MM Tamher-Adam Rahayaan saat menjadi calon Wali­kota dan Wawali Tual, Sabtu (11/3) telah menetapkan dua nama calon wawali sisa masa periode 2013-2018.

Pleno yang dilakukan oleh partai pengusung yaitu Gerindra, Golkar, PPP dan PBB, kecuali PKS yang tak hadir telah menetapkan, Abdul Hamid Rahayaan dan Abdul Wahid Fakau­bun sebagai calon Wakil Walikota Tual. PKS justru merekomendasikan Muhammad Kabalmay dan Abdul Hakim Zein Rumles. (Siwalima)