MALUKUnews, Tual: Kepala Badan Narkotika Nasional (KNN) Kota Tual, Adnan Tamher, dinilai melakukan tindakan pemecatan atas sejumlah pegawainya sesuka hati alias tebang pilih. Pemecatan tiga pegawai honorer di kantornya itu atas nama Rido Wakano, Jhidon Alerbitu dan Sumadi Kabalmay. Alasan pemecatan ini karena mereka tak disiplin dengan minum minuman keras pada malam hari di Kota Tual.

Atas tindakan Kepala BNN Kota Tual ini, ketiga pegawai honorer merasa tak puas atas keptusan pemecatan ini. Pasalnya, ada tujuh pegawai BNN yang saat itu juga sedang mengkonsumsi minuman keras bersama, namun yang diberhentikan hanya tiga orang saja. “ Ini tidakadil namanya,” ujar ketiga pegawai honorer yang dipecat itu kepada Malukunews.co di Kota Tual, Senin (28/12).

Lanjutnya, proses pemecatan ketiga pegawai honorer itu dengan surat bernomor: B/193/XII/Ka/2015, tertanggal 10 Desember 2015, perihal pemberhentian pegawai honorer dengan alasan pelanggaran disiplin. Kata ketiga pegawai honorer yang dipecat itu, tak puas, karena saat itu mereka bertujuh sedang mengkonsumsi minumas keras dimalam hari, tentu diluar jam kantor, tapi yang dipecat hanya kami bertiga saja, sedangkan empat orang lainnya tak dipecat. “ Mestinya kalau memang dipecat harus semuanya, supaya adil,” kata ketiga pemuda itu. Ternyata setelah ditelusuri, mereka yang tak dipecat itu adalah dua orang PNS dan dua orang lagi tenaga honorer.

Dua tenaga honorer itu atas nama Abdul Asis Rahwarin dan Husein Rahakbauw adalah jatah dari Ketua DPRD Kota Tual dan KTU BNN Kota Tual. “ Kami sendiri yang menjadi korban karena tidak punya bekingan pejabat. Kenapa Kepala BNN Kota Tual ini tak professional dalam menjalankan tugasnya,” tanya ketiga yang mejadi korban pemecatan ini.
Kepala BNN Kota Tual, Adnan Tamher yang dihubungi melalui telpon selulernya, mengatakan, BNN Kota Tual sangat rentan terhadap minuman keras. Sehingga jika ketahuan ada pegawai honorer maupun PNS yang mengkonsumsi minum keras, mereka tak segan-segan memberikan sanksi hingga pemberhentian dari pegawai.

Sedangkan saat ditanya tentang dua pegawai honorer yang ketahuan juga ikut mengkonsumsi minuman keras bersama yang tidak di berhentikan itu, kepala BNN hanya bungkam.

Ketiga pegawai yang dipecat ini hanya berharap kepada Kepala BNN Propinsi Maluku supaya bisa membantu melihat persoalan yang ada di Kota Tual ini secara arif dan bijaksana. Pasalnya ketiga honorer ini sudah mengabdi di kantor BNN Kota Tual ini sejak Thun 2012 dan tidak pernah berbuat kesalahan maupun membangkang kepada pimpinan. ( Rudi)