MALUKUNEWS, Banda Naira: Anda suka wisata sejarah? Tak ada salahnya jika mengunjungi Banda Naira, Maluku. Di pulau ini, wisata sejarah memang layak dilakukan untuk mengingat perjuangan sejumlah tokoh untuk meraih kemerdekaan. Tak hanya itu, di pulau ini juga bisa menikmati keindahan pemandangan karya sang pencipta. Demikian berdasarkan penelusuran malukunews.com, baru-baru ini.

Banda Naira di Maluku Tengah, bisa dicapai dengan kapal laut selama tujuh jam dari Kota Ambon. Memasuki Kota Banda Naira, seperti kembali ke masa kolonial. Benteng Belgica, masih berdiri kokoh di barat daya kota ini dan menjadi peninggalan penjajah Portugis yang dibangun di Abad 16, sebagai benteng pertahanan. Pada masa penjajahan Belanda, Benteng Belgica beralih fungsi untuk memantau lalu lintas kapal dagang di Laut Banda.

Di dalam kota, rumah-rumah penduduk masih kental dengan gaya arsitektur Belanda. Salah satunya rumah Bung Hatta, saat menjalani pengasingan sebagai tahanan politik Pemerintah Hindia Belanda 1936-1942. Benda-benda pribadi proklamtor seperti koleksi foto, buku, dan beberapa stel pakaian masih tersimpan rapi di bangunan paling bersejarah di Kota Banda Naira, tersebut. Berbagai perabot dan perlengkapan kerja asli peninggalan Bung Hatta juga masih tertata di tiap ruangan seperti kondisi aslinya.

Satu lagi bangunan bersejarah yang tak kalah penting, rumah pengasingan mantan Perdana Menteri Sutan Sjahrir. Foto-foto perjalanan hidup Sutan Sjahrir terpampang di dinding-dinding ruangan. Mulai dari pertemuannya dengan Bung Karno hingga perannya berdiplomasi memperjuangkan kedaulatan Negara Kesatuan RI. (L6)