MALUKUnews, Ambon: Ratusan karton mie instan dan ikan kaleng yang diperuntukkan bagi korban bencana banjir dan tanah longsor 30 Juli 2013 masih menumpuk di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon.

Bantuan penunjang yang berasal dari APBD Kota Ambon dan Pemprov Maluku itu, ter­ancam membusuk, karena tak disalurkan kepada para korban bencana alam.

“Bantuan penunjang sama sekali belum dibagikan kepada para korban bencana seperti di Skip, Batu Gajah, Karang Pan­jang. Bantuan itu dibiayai APBD Kota dan Provinsi Maluku, kami juga bingung belum juga di­bagi­kan,” ujar salah satu staf Dinsos Kota Ambon seperti dikutif dari Siwalima, hari ini.

Dirinya khawatir ribuan bung­kus mie siap saji dan ikan kaleng itu akan rusak dan busuk jika ti­dak segera disalurkan kepada para korban bencana alam.

“Bantuan berupa mie instan dan ikan kaleng harusnya sudah berada di tangan para korban bencana 30 Juli lalu, bukan di­simpan dalam ruangan Dinsos,” tandasnya.

Ia menyesalkan lambatnya penyaluran bantuan tersebut. “Tidak ada alasan untuk bantuan tersebut harus ditahan atau tidak disalurkan,” katanya lagi.

Sementara Kepala Dinsos Kota Ambon, Wa Ode Muna yang hendak dikonfirmasi tidak berada di kantor. Saat dikonfirmasi melalui short message service (SMS), ia enggan berkomentar. “Maaf ibu tidak di tempat,” tulis Muna seperti diberitakan Siwalima itu.

Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Elly Tulalessy meminta Dinsos Kota Ambon segera me­nya­­lurkan bantuan tersebut.

“Bantuan tersebut harus segera disalurkan ke masyarakat karena ka­mi takut bantuan tersebut disalah­guna­kan atau bisa rusak dan hi­lang,” tandas Tulalessy ke­pada Siwa­lima, Kamis (12/9) di Baileo Rakyat Belakang Soya, Ambon.

Dikatakan, tahun 2013 telah di­ca­nangkan sebagai tahun pelaya­nan publik. Karena itu, pelayanan kepa­da masyarakat menjadi pri­oritas.

“Masyarakat sangat membutuh­kan bantuan tersebut, karena itu harus segera disalurkan. Untuk apa