MALUKUnews.co, Ambon: Kasus dugaan korupsi di DPRD Kota Ambon senilai Rp. 5, 3 milar. Kasus ini mencuat setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Maluku melakukan hasil auditnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ambon, Dian Fris Nalle, melalui Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Ambon, Djino Talakua kepada sejumlah wartawan di Ambon, Selasa (16/11), mengatakan, penyelidikan terhadap kasus tersebut, bermulah dari telaah pemberitaan media.

Bahkan, kata Talakua, status penyelidikan yang diduga menyeret nama Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisutta itu sudah dilalukan sejak, Senin (15/11) kemarin. " Iya benar. penyelidikan sudah mulai sejak Senin 15 November 2021 tekait dugaan kasus DPRD kota Ambon Rp. 5.3 Miliar itu. Penyelidikan dilakukan berdasarkan berita di media dan buat telaah,: ujar Talakua.

Saat ini, lanjut Talakua, tim penyelidik telah melayangkan pemanggilan terhadap 11 orang saksi di DPRD Kota Ambon atas temuan BPK senilai Rp. 5,3 miliar itu. "Pemanggilan para saksi itu akan dijadwalkan hari Kamis 18 Nov 2021, dan jumat 19 Nov 2021 sebanyak 11 orang saksi. Ikuti saja. Nanti perkembangannya akan kami sampaikan," tukasnya. (Edhy).