MALUKUnews.co, Ambon: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon, mengelar Dialog Publik sekaligus membuka puasa bersama (Bukber). Kegiatan dialog ini berlangsung di aula Rektorat IAIN ambon, lantai III, Sabtu (24/04).

Kegiatan tersebut dengan mengusung tema" Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi Rakyat ". Yang di hadiri oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Ambon, OKP cipayung Kota Ambon seperti IMM, KAMMI, PMKRI serta Komisyariat sejajaran HMI Kota Ambon.

Dan yang bertindak sebagai narasumber yaitu, Pangdam XVI Ambon, Mayjen TNI Jeffry Apoly Rahwarin, Sekretaris Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Wakil Rektor III IAIN Ambon, Dr. M. Faqih Seknun. M. Pd, Kapolres Ambon, AKBP Leo Surya Nugraha Simatupang, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unpatti, Prof, Dr. Fredy Leiwakabessy, M. Pd, DPD KNPI Kota Ambon dan seluruh OKP cipayung Kota Ambon.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provmal, dalam sambutannya, mengatakan, sebagaimana diketahui bersama di tengah kondisi covid-19 saat ini telah merambak ke seluruh aspek kehidupan dan salah satunya adalah pendidikan. "Ada dua aspek penting yang kami berupaya yaitu, bidang kesehatan dan ekonomi. Maka dengan demikian lewat kegiatan semacam ini kami menyambut baik sebagai masukan dan penguatan dalam upaya membantu Pemerintah daerah untuk menyikapi pandemi covid-19 yang sampai saat belum berakhir," ucapnya.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Ambon, Burhanudin Rumbouw, mengatakan, bahwa sempat mengkritisi Pemerintah daerah dan Pemerintah Kota di media sosial terkait biaya rapid tes 250 yang dibebankan kepada setiap orang yang hendak berpergian diluar Kota, "ujar Burhanudin saat di wawancarai Malukunews.co disela dialog.

Lanjutnya Burhanudin, Kenapa kami persoalkan karna masyarakat merasa resa dan segan terhadap peraturan yang dibuat oleh Pemerintah mau pun Satgas covid-19. " Sehinga bagi kami percuma pembayaran administrasi namun kemudian di lapangan tidak melakukan penjagaan itu artinya peraturan yang tidak berdampak, "tutpnya Rumbouw. (Has)