MALUKUnews.co, Ambon: Baru seminggu berada di zona orange, Kota Ambon kembali ditetapkan dalam zona merah.

“Ini tentunya dipengaruhi dari beberapa persyaratan umum yang belum dicapai secara maksimal. Dimana jumlah kasus positif itu, pada minggu terakhir kemarin harus mencapai 50 persen dan jumlah kasus penurunan kurang lebih 50 persen dari puncaknya. Karena kasus kematian juga sangat berpengaruh,” ujar Koordinator Bidang Tempat dan Fasilitas Umum Satgas Covid-19, Richard Luhukay di Balai Kota, Selasa (27/07).

Dari hasil laporan kemarin pak Walikota sampaikan, sebenarnya dari tingkat terpapar mengalami penurunan sejak minggu pertama diberlakukan PPKM mikro dari tangal 8 Juni 2021. Kasus terkomfirmasi menurun drastis dalam artian tingkat kesembuhan yang naik kurang lebih sekitar 2 ratusan.

“Tetapi tingkat kematian tidak bisa menjadi prediksi, kami hanya berupaya agar yang terkomfirmasi bisa disembuhkan, namun soal kematian ini punya kewengan Tuhan,” jelas Luhukay.

Memang kemarin, lanjut Luhukay, kita di zona orange responnya sanggat kecil dan kenaikan tidak begitu besar, namun bisa saja terjadi kalau ada kasus kematian megalami lonjakan atau penularan spot, sehinga kita bisa masuk di zona merah lagi. Bagaimana langka-langka yang diambil tentunya, menunggu arahan pak Walikota untuk melihat perkembangan kondisi sekarang seperti apa.

“Karena PPKM level 3 masih satu minggu lebih lagi kedepan. Kalau pun ada perubahan hal-hal teknis atau regulasi yang dikeluarkan oleh pak walikota yang juga punya kewengan sebagai ketua tim gugus tugas kita tetap jalankan,” tandasnya.

Luhukay pun berharap kepada seluruh masyarakat Kota Ambon, agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan dalam melakukan 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan dan tidak perlu melakukan aktivitas di luar rumah kalau tidak perlu dan sebaiknya di rumah aja,” imbau Richard. (Rat)