MALUKUnews, Ambon: Isu perubahan iklim akibat pemanasan global bukan hanya wacana semata. Perubahan iklim akibat pemanasan global sangat berdampak bagi keberadaan geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau besar maupun kecil termasuk kepulauwan di Maluku.

Hal senada disampaikan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu dalam sambutanya yang dibacakan Asisten III Provinsi Maluku, M.Z Sangadji pada kegiatan Workshop Perhitungan dan Pelaporan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Kabupaten/Kota yang berlangsung di Hotel Marina, Selasa (10/09).

Dijelaskan, gas rumah kaca merupakan gas yang secara alami terkandung dalam atmosfir yang berfungsi menyerap dan memancarkan kembali radiasi infra merah sehingga permukaan bumi tetap hangat dan memungkinkan bumi ditinggali manusia dan makluk hidup lainnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut kata Ralahalu, seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki harus dikerahkan dalam rangka penguatan kapasitas pelaksana penyelenggaraan investasi gas rumah kaca di 11 kabupaten/Kota di Maluku.

Untuk itu Ralahalu berharap, dengam adanya kegiatan ini, dapat mempersiapkan sember daya yang memadai agar dapat menghasilkan inventarisasi gas rumah kaca yang berkualitas, akurat dan dapat dipercaya. " Dengan tersedianya sistim inventarisasi GRK yang handal akan memberikan banyak manfaat diantaranya meningkatkan kualitas data berbagai aktifitas pembagunan yang diperlukan untuk perencanaan pembagunan termasuk penyusunan rencana aksi mitigasi perubahan iklim," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Ralahalu juga mengajak seluruh komponen masyarakat Maluku agar dapat mendukung pelaksanaan upaya penurunan emisi GRK melalui penyelenggaraan inventarisasi GRK yang transparan, akurat dan konsisten, lengkap dan kamparabel untuk dapat digunakan dalam perencanaan pembagunan termasuk penyusunan rencana aksi mitigasi perubahan iklim ditingkat nasional maupun di Maluku," harapnya.(SHE)