MALUKUnews.co, Ambon: Penularan Covid-19 di Kota Ambon, sampai dengan hari ini, Sabtu 17 Juni 2021 pasien yang terkomfirmasi positif sudah mencapai 2.400 orang.

"Setiap hari bertambah, sementara fasilitas rumah sakit (RS) mau pun LABnya sangat terbatas. Hal ini berdampak besar sekali pada upaya kita untuk mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19," ujar Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Sabtu (17/07).

Kata Walikota, bole saja kita menggunakan semua vaksin yang ada, tpi satu vaksin yang paling utama yang tidak dapat diproduksi oleh tim medis yaitu perubahan perilaku. Itu yang harus tertanam dalam diri kita, dengan selalu menjaga protokol kesehatan (Prokes) seperti pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan lain sebagainya.

" Faktor kebersihan itu sangat berdampak besar dalam menekan penyebaran Covid-19," terang Walikota.

Kepada Satgas dan tim penyelenggaraan PPKM kebijakan yang ditempuh ini bukan saja berdampak pada aspek kesehatan, ekonomi, tetapi juga aspek politis orang lain dengan siapa saja bisa memfaatkan momentum ini untuk mengekspoliter kondisi rakyat kecil.

"Oleh karna itu, saya ingatkan betul kepada tim Satgas bahwa kita kerja untuk melayani rakyat jadi perhatikan betul jangan sampai kita kasar atau ambil tindakan yang menimbulkan resistensi," tegasnya.

Sekarang ini tampa diomongin, pun juga lewat media sosial orang bisa dapat melaksanakan komporatif, ini bagian dari kosenkuensi kita yang harus kita terima sebagai penyelengara dan penanggun jawab sosial," tutup Richard. (Rat)