MALUKUnews, Ambon: Walikota Ambon, Richard Louhe­napessy menegaskan, data yang dimiliki Pemerintah Kota Ambon saat ini terdapat peningkatan jumlah rakyat miskin. Dari lima kecamatan yang ada di Kota Ambon, Kecamatan Sirimau berada pada urutan pertama dengan jumlah rakyat miskin paling banyak.

Hal itu diungkapkan dalam sambutannya pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon dalam rangka HUT Kota Ambon ke-438 di Baileo Rakyat Belakang Soya, Jumat, lalu.

Disebutkan, untuk Kecamatan Sirimau terdapat jumlah penduduk miskin sebanyak 1687 jiwa. Kecamatan Nusaniwe 1143 jiwa, Kecamatan Baguala 651 jiwa, Kecamatan Teluk Ambon 549 jiwa dan Kecamatan Leitimur Selatan sebanyak 177 jiwa.

Untuk mengatasi hal tersebut menurut Louhenapessy, ada sejumlah langkah strategis digunakan mengatasi masalah tersebut. Disamping itu juga guna meningkatkan loyalitas dan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah kota juga akan mencanangkan tahun ini sebagai tahun pelayanan publik.

“Jadi ada berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat menyangkut kebutuhan dasar diantaranya di bidang infrastuktur, pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan. Hal ini dalam rangka mengoptimalkan pelayanan publik di Kota Ambon,” tegasnya.

Dikatakan, ada beberapa hal dilakukan pemerintah kota untuk meningkatkan pelayanan publik, seperti membuka aktivitas pelayanan terpadu satu pintu, menyediakan sarana pengaduan masyarakat melalui SMS center, pengaduan bencana dan layanan infomasi melalui media online.

“Segala upaya terus dilakukan demi perbaikan di masa yang akan datang termasuk mengentaskan masalah penduduk miskin di Kota Ambon yang meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya. (S5)