MALUKUNews, Ambon: Aktifitas perkuliahan kampus Universitas Darusalam (Unidar) Ambon kini mulai normal kembali, sebelumnya kampus merah itu lumpuh dari aktifitasnya karena dirundung gejolak internal. Masalah akreditasi dan perseteruan internal atas pengakuan yayasan tempat the garden of knowledge itu bernaung mendapat jalan buntu. Dengan upaya yang terus digalang oleh Rektor Unidar Ambon, Dr. Ibrahim Ohorella kebuntuan akhirnya bisa terpecahkan.

Kondisi ini tercipta karena dua persoalan kursial internal lembaga telah terselesaikan, persoalan akreditasi yang disuarakan oleh kelompok mahasiswa kini sudah tidak lagi dijadikan masalah. Sebab, pernyataan ini juga sudah disampaikan kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Dr. Marzuki Alie saat memberikan kuliah umum di kampus Unidar Ambon beberapa minggu yang lalu. bersama Rektor Unidar Ambon terbangun kesepakatan dengan Pimpinan DPR-RI bahwa masalah akreditasi tidak perlu dipersoalakan. Demikian disampaikan Presiden Mahasiswa Unidar Ambon, Taher Ohorella saat berbincang dengan Malukunews.co di Ambon, Selasa (26/03) kemarin.

“Berdasarkan kesepakatan dengan pimpinan DPR-RI bahwa persoalan akrediatasi tidak lagi bermasalah, sebab kedepan poin akreditasi tidak lagi dilihat dari aspek terakreditasi tapi cukup diakreditasi saja, karena Darusalam rata-rata sudah memenuhi program study yang sudah terakreditasi, “Ujarnya.

Selain itu, persoalan statuta yayasan yang sempat melilit internal kampus juga dianggap tidak bermasalah. Ohorella menegaskan, terkait persoalan yayasan, tidak ada perseteruan yang menyebabkan dualisme yayasan, Darusalam hanya mengakui satu yayasan yaitu dibawah naungan yayasan Darusalam Maluku, bukan Darusalam Ambon. “Jadi sekarang tidak ada lagi gejolak, persoalan yang ada itu merupakan perenungan untuk perbaikan lingkup akademik Unidar Ambon, semoga kedepan bisa dijadikan sebagai pendewasaan dalam berfikir dan dewasa mengambil sikap. “Ungkapnya.

Ia menghimbau agar kondisi normal yang sudah tercipta ini bisa dijaga oleh seluruh komponen civitas akademik Unidar Ambon. Sehingga suasana proses perkuliahan kembali berjalan seperti biasanya.

Ia juga berharap Kepada pemerintah daerah dalam hal ini instansi vertical maupun horizontal agar terbangun koordinasi dalam hal penyeleksian Calon Pegawai Negeri Sipil agar tidak lagi melihat nilai akreditasi tapi cukup dilihat dari terakreditasinya saja. “Sebab bukan tolak ukur nilai akreditasi saja, tetapi juga yang dilihat kualitas kinerja masing-masing individu.”Harapnya. (Bil)