MALUKUnews, Ambon: Demi mewujudkan Maluku Sebagai Pusat Kebudayaan, Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku kembali mengelar karnaval budaya yang berlangsung di halaman Makorem 151 Binaya, Ambon, Rabu, kemarin.

Karnaval Budaya ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Beny Gasferz.

Karnaval budaya melibatkan semua suku bangsa, paguyuban dan sanggar di maluku antara lain Suku Bali, suku Ternate,suku kalimantan,suku makassar,suku bugis,suku pasundan,suku banten,suku buton,suku madura,suku kedan,suku toraja,suku NTT,suku Papua,tanimbar,ambon,aru,sanggar satsikmil,sanggar kedang,sanggar serafim,sanggar suling bambu petra,sanggar iwyolainy,hawaian iwyolainy,sanggar melati,sanggar seni wairanang,trompet syalom,totobuang hadrat, group Arika,salawaku ART serta di meiahkan oleh atraksi satu palaton KORSIC dari Kodam XVI Pattimura.

Karnaval budaya tidak hanya berpusat pada satu titik, namun atraksi dilakukan di sejumlah ruas. Longmars peserta karnaval dilepaskan Dari Halaman Makorem 151 Binaya - jln Diponegor - jln A. M. Sangadji - jln A. Y. Patty - Gong Perdamaian - jln Slamet Riady - Gereja Maranata - jln Pattimura - jln A. Yani - dan finiz di halaman Makorem 151 Binaya.

Kepala Pelestarian Nilai Budaya, Stefanus Tiwery disela-sela peleksaan karnaval menyatakan sebagai Provinsi yang memiliki beragam suku dari berbagai daerah event seperti ini bukan hanya petut digelar tetapi wajib dilaksanakan setiap tahunnya agar keragamaan yang ada tidak lagi menjadi perbedeaan tetapi menjadi dasar menyatukan kehidupan masyarakat yang berbudaya.

Dirinya berharap, karnaval ini dapat menjadikan maluku menjadi lebih maju dalam berbagai aspek kehidupan. (SHE)