MALUKUnews, Ambon: Uskup Diosis Amboina, Mgr. PC Mandagi berharap agar kerukunan antar umat beragama yang telah terjalin di Maluku bisa menjadi model bagi masyarakat di Suriah, Timur Tengah, yang saat ini sementara berkonflik.

Konflik berdarah di Suriah yang sudah berlangsung sejak Maret 2011 lalu telah menyebabkan ribuan orang meninggal, terluka, kehilangan pekerjaan, tempat tinggal dan menjadi pengungsi.

“Dengan pengalaman konflik yang terjadi di Maluku ini, maka kita bisa sharing dengan masyarakat di Suriah, sekarang kita di Maluku harus tampil di pentas internasional untuk menunjukkan bahwa hanya dengan dialog kita menuju pada perdamaian. Memang untuk dialog ini kita membutuhkan waktu dan kesabaran tetapi kerukuman umat beragama yang telah terjadi di Maluku harus menjadi model untuk masyarakat di Suriah,” ungkap Mandagi kepada wartawan, di Keuskupan Amboina, Jumat, pekan lalu.

Dikatakan, orang Maluku boleh berbangga karena sudah menun­jukkan kepada dunia bahwa hanya dengan dialog perdamaian bisa dirasakan dan telah dinikmati sekarang.

“Marilah kita bersama-sama me­nyerukan dengan lantang stop dengan perang, stop dengan kekerasan dan stop dengan balas dendam, karena perang, kekerasan dan balas dendam, tidak mungkin menyele­saikan masalah konflik antar kelom­pok di Suriah malah semua itu akan memperbesar masalah,” ujarnya.

Mandagi mengutip pesan Paus Fransiskus kepada umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Vatikan 1 September 2013 bahwa tidak pernah penggunaan kekerasan membawa perdamaian, perang melahirkan perang, kekera­san melahirkan kekerasan.

“Marilah kita sama-sama menye­rukan dan menganjurkan dialog antar mereka yang bertikai di Suriah. Dialog merupakan jalan tepat dan benar untuk mengatasi konflik dan membangun keadilan dan perda­maian,” ujarnya.

Mandagi juga menghimbau semua umat beragama dapat berdoa, baik dalam bentuk kata-kata maupun juga disertai dengan puasa dan mati raga demi perdamaian di Suriah

“Paus Fransiskus telah memu­tuskan untuk menyatakan kepada seluruh gereja bahwa 7 September 2013, Vigili Hari Kelahiran Maria, Bunda Perdamaian sehingga dijadi­kan sebagai hari berpuasa dan ber­doa untuk perdamaian di Suriah dan seluruh dunia,” tukasnya. (S5)