MALUKUnews, Ambon: Dari 11 Kabupaten/Kota di Maluku, 5 Kabupaten/Kota diantaranya masuk dalam prioritas daerah perbaatasan dalam pengawasan peyaluran narkoba di Maluku.

“Lima daerah tersebut, yakni Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabuparen Seram Bagian Timur (SBT),” ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Maluu Beny Pattiasina kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (10/09).

Menurutnya, kelima darah tersebut merupakan daerah potensi kapal asing yang masuk ke Maluku dan juga daerah peredaran narkoba ke Maluku. mengingat masuknya narkoba di Maluku lebih banyak lewat laut. Jelasnya, salah satu hambatan dalam pengamanan penyaluran narkoba adalah Sumber Daya Manusia (SDM) dimana tenaga yang ada di BNN sangat terbatas. Sehingga tidak mampu memback up pengamanan baik itu darat maupun laut. “Untuk SDM, kami selalu melakukan koorsdinasi dengan Polda Maluku untuk pengamanan,” pungkasnya. Kata Pattinasina, tenaga yang ada di BNN saat ini untuk pegawai tetap 46 orang 7 osorsing, dan 11 osorsing operasional.

Selain itu, untuk penanganan ini perlu adanya dukungan dari perhatian Pemerintah Daerah Maluku dan Kabupaten/Kota, sehingga penanganan narkoba di Maluku lewat laut dan darat bisa tertangani.(SHE)