MALUKUnews, Ambon: Gubernur Maluku, Said Assagaff meminta jajaran intelijen untuk mencermati setiap perkembangan situasi dan keamanan di daerah ini menjelang Pemilu Legislatif dan pemilihan Presiden 2014 mendatang.

"Dinamika dan perubahan dalam masyarakat di Maluku perlu mendapatkan perhatian ekstra seluruh jajaran intelijen dan aparat keamanan menjelang Pemilu legislatif 9 April maupun Pemilu Presiden 9 Juli 2014," kata Gubernur saat membuka peningkatan kapasitas intelijen badan/kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) se-Maluku, di Ambon, Rabu.

Dalam sambutan tertulis dibacakan Staf Ahli bidang pemerintahan Pemprov Maluku, Viona Koedoebon, Gubernur Said mengingatkan adanya kemungkinan masyarakat di Maluku rentan terhadap isu-isu spesifik jelang Pemilu 2014, sehingga diperlukan peran intelijen melakukan deteksi, cegah dan penanggulangan dini terhadap setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Aktivitas intelijen harus senantiasa di garis terdepan dalam pelaksanaan pengamanan, sehingga kesuksesan penanganan fisik keamanan, bukan dinilai dari seberapa kuat personil dan keberhasilan penanganan kasus-kasus besar, misalnya dalam menghadapi ancaman, bahkan gangguan, namun dapat dinilai dari seberapa cermat mereka mengelola informasi yang berkembang.

Apabila sistem intelijennya kuat maka sumber-sumber masalah dapat dideteksi sedini mungkin dan diantisipasi sebelum menjadi permasalahan krusial. Paling tidak gejolak yang akan timbul dari sumber masalah dapat diredam sekecil dan sedini mungkin.

"Karena itu aparat intelijen harus memiliki kemampuan handal dan mampu mendeteksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, serta berpeluang menimbulkan gangguan kamtibmas yang akan berdampak pada proses pembangunan bangsa dan negara," katanya.

Gubernur memandang aparatur Badan Kesbangpol baik provinsi maupun kabupaten/kota di Maluku sebagai bagian dari intelijen dan tergabung dalam Komunitas Intelijen Daerah (Kominda), perlu ditingkatkan kualitas intelijen praktis dalam mengelola setiap informasi yang berkembang dalam masyarakat, sehingga mampu melakukan deteksi dan cegah dini terhadap kemungkinan terjadinya permasalahan di kemudian hari.

Gubernur Said berharap situasi ketentraman dan ketertiban masyarakat di Maluku semakin kondusif perlu terus dijaga dan ditingkatkan agar pelaksanaan Pemilu 2014 berjalan aman, tertib, lancar, jujur, adil, bebas dan rahasia.

"Karena itu, aparatur intelijen di daerah harus dapat melaksanakan fungsi deteksi, cegah dini dan lapor cepat terhadap setiap perkembangan informasi, sehingga dapat menangkal dan mencegah sejak dini kemungkinan terjadinya permasalahan," katanya.

Kondisi politik dan benturan antarkelompok masyarakat saat penyelenggaraan maupun pascapemilu dapat mengganggu pembangunan, keamanan dan stabilitas nasional. Gubernur berharap seluruh aparatur intelijen di daerah dapat membangun komunikasi, koordinasi, konsolidasi dan sinergitas antarunsur saat melaksanakan tugas, sehingga dapat bermanfaat bagi pembangunan daerah.

Dia juga mengharapkan peran serta masyarakat untuk melakukan deteksi dini dan melaporkan setiap perkembangan informasi maupun kegiatan yang mencurigakan kepada pihak berwajib sebagai bagian tanggung jawab warga negara.

(sumber: republika.co.id)