MALUKUnews, Ambon: Operasi PT Menara Group disetujui komisi AMDAL Provinsi Maluku yang terdiri dari unsur Unpatti, khususnya di bidang lingkungan hidup, instansi teknis, pakar di bidang pengetahuan dan jenis kegiatan dan usaha, pakar di bidang pengetahuan terkait dengan dampak yang timbul dari usaha tersebut, wakil masyarakat dan organisasi lingkup hidup. Mereka kemudian menyetujui untuk dikeluarkan ijin Amdal kepada PT. Menara Group di Kabupaten Kepulauan Aru.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pengendalian dan Dampak Lingkungan Daerah (Bappedalda) Maluku, Fauzan Chatib. Kepada wartawan, kemarin, dirinya mengatakan, dokumen Amdal yang diberikan kepada PT. Menara Group itu telah dibuat dalam sebuah tahap perencanaan dan kegiatan usaha sebagai bentuk pemerkasa.

"Dokumen Amdal yang disodorkan oleh PT. menara Group yang adalah pemerkasa itu telah dikemas dalam sebuah tahap perencanaan dan dalam bentuk kegiatan usaha," ujar Fauzan.

Selain itu, kata Fauzan pihak perusahaan tersebut sebagai bentuk tindaklanjutnya melakukan berbagai kegiatan sosialisasi dan pengumuman kepada masyarakat Kabupaten Aru, yang adalah lokasi sasaran pembangunannya.

Fauzan menambahkan, setelah melakukan sosialisasi dan pengumuman kepada masyarakat, kemudian PT. Menara Group membuat kerangka acuan analisis dampak lingkungan untuk diperiksa oleh komisi terkait. " Selanjutnya, membuat kerangka acua analisis dampak lingkungan untuk diperiksa tim teknis untuk kemudian diberikan dokumen Amdal."tegasnya. Dia menyatakan bahwa harus disadari PT menara Group telah memenuhi berbagai kriteria ijin sehingga dalam SK ijin Amdal ternyata Legal.

Untuk diketahui, Perusahan PT. Menara Group ini beroperasi di Kabupaten Kepulauan Aru di bidang perkebunan tebu. (Eda)