MALUKUnews, Dobo: Kekeringan melanda Desa Benjuring di Kecamatan Aru Utara Timur Batuley, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, Kamis (19/12).

Hampir seluruh masyarakat, terutama ibu-ibu dan para remaja harus berjalan kaki di tengah hutan untuk mencari air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pasalnya sumber air di desa mereka mengering.

Pantauan Malukunews.co di Desa Benjuring yang juga desa yang berada di pulau terluar ini, Kamis, pagi, terlihat, masyarakat yang terdiri dari ibu-ibu dan para remaja itu sedang menuju ke tengah hutan dengan membawa cargen maupun ember untuk mencari air bersih.

Untuk sampai ke sumber air di tengah hutan itu, mereka harus berjalan kaki sejauh 3 sampai 4 kilo. Bahkan air bersih yang mereka dapat ditengah hutan itu kondisinya pun sudah mulai mengering dan kotor. Sumber air yang menyerupai sumur itu warna pun mulai keruh akibat ditimbun daun-daun kering.

Kepala Desa Benjuring, Bosco Korison, ia dan warganya terpaksa memanfaatkan air bersih ditengah hutan itu, karena hanya itu adalah pilihan mereka satu-satunya. “ Air semua yang ada di kampung ini mengering, jadi warga saya harus berjalan ke tengah hutan untuk mencari air,” ujar Kepala Desa Benjuring itu.

Meskipun kondisi seperti ini sudah berlangsung lama setiap kali musim kemarau, namun pemerintah belum juga menyentuh kebutuhan mereka akan air minum bersih. (Latif)