MALUKUnews, Dobo: Ketika berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru sedang gencar meminta perhatian dunia untuk perlindungan terhadap sejumlah hewan langkah untuk dilindungi, namun ternyata masih saja ada oknum-oknum yang sengaja mencari untung dengan menjual satwa langkah di daerah ini.

Ironisnya, para penjual satwa langkah ini dikabarkan mendapat perlindungan khusus dari aparat penegak hukum. Yang katanya, mereka (oknum aparat) juga mendapat jatah dari praktek itu. “Ada beberapa anggota yang sering ke rumah itu. Mereka datang kadang sore hari, ada juga yang datang malam hari,” kata Warga di dekat pengusaha penjual Burung Kaka Tua Jambul Kuning.

Warga yang meminta namanya tidak dipubliksasi itu menyebutkan, bisnis burung kaka tua di Kota Dobo berlangsung sudah sejak lama. Sampai saat ini tidak ada kegiatan swiping oleh petugas atau aparat terkait.

Kata sumber itu, bukan hanya burung Kakatua Jambul Kuning, namun ada juga Burung Kaka Tua Raja, Burung Cendrawasih, Kanguru dan Burung Nuri serta Burung Elang. Sejumlah hewan langkah ini akan dibawa keluar Kepulauan Aru disaat kapal putih milik PT.Pelni tiba di Kota Dobo dan melanjukan perjalanan ke Ambon tujuan Jakarta.

Pemilik sejumlah satwa endemik itu berinisial AG. Pria asal pulau Jawa ini beralamat di Perek, tepatnya dibelakang penginapan Fany. Dibelakang rumah terdapat kandang berukuran 5x6 meter dua buah untuk menampung satwa yang dilindungi itu. Walau keberadaannya didalam kota, namun selalu luput dari aparat penegakan hukum.

Pantauan media ini, setiap kali KM. Tidar masuk ke Dobo dengan Tujuan Ambon, Surabaya dan Jakarta, proses pengiriman satwa langkah itu dilakukan tanpa ada swiping.

Ketua Koalisi Pemuda dan Masyarakat Adat Kabupaten Kepulauan Aru, Mika Ganobal, S.Sos, meminta kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Provinsi Maluku untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku penjualan satwa endemic sesuai Undang-Undang RI Nomor 05 Tahun 1990.

“Kepulauan Aru ini sangat unik, karena walaupun pulau-pulaunya kecil namun tersimpan sejumlah Satwa Endemic unik dan langkah. Yang tidak berada di pulau atau daratan besar lainnya. Ini mestinya Pemerintah Maluku dan Pemerintah Pusat memberikan perhatian khusus,” katanya. (YOS)