MALUKUnews, Ambon: Masyarakat adat Desa Lutur, Kecamatan Aru Selatan akhir-akhir mulai resah dengan praktek yang diduga ilegal loging oleh PT. Kirana Utama Lestari. Perusahan kayu ini dinilai telah membabat habis hutan yang ada di Desa Lutur ini.

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kepulauan Aru, Boy Alexander Darakay, SH, M.Hum, menyayangkan ulah PT. Kirana Utama Lestari yang telah mengabaikan hak-hak masyarakat. Masyarakat Kepualaun Aru sangat resah dengan ulah perusuahan yang hanya mengambil keuntungan tanpa memperhatikan nasib masyarakat setempat.

“ Saya minta kepada pihak aparat kepolisian supaya bisa mengusut sepak terjang dari PT. Kirana Utama Lestasi di Kepulauan Aru. Ada dugaan kuat perusahan ini mengambil kayu kelas satu di Kepualaun Aru tanpa mengantongi ijin,” ujar Darakay saat dihubungi Malukunews.co, Rabu (16/01).

Menurut informasi yang duiperooleh Malukunews.co, keberadaan PT. Kirana Utama Lestari di Kecamatan Aru Selatan ini hanya mengantongi ijin perluasan area untuk budidaya kopi saja, bukan mengantongi ijin penebanangan kayu kelas satu maupun jenis kayu lainnya. (Qin)