MALUKUnews, Dobo: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Aru telah melakukan rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat Kabupaten dalam pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 pada, Rabu (16/07).

Proses rekaputulasi berlangsung aman dan lancer dan dibuka secara resmi oleh Ketua KPU Kepulauan Aru, Viktor Sjair dan dihadiri empat komisioner, di antaranya Ny. Yermina Larwuy, Abdul Wahid Roroa, Yoseph Sudarso Labok dan Imran Patikaloba. Turut hadir pula Ketua Bawaslu Maluku dan Panwaslu Kabupaten Kepulauan Aru.

Setelah rekapitulasi dibuka, selanjutnya dibacakan hasil rekapitulasi 10 PPK dan dimulai dari PPK Pulau-Pulau Aru dan terakhir PPK Aru Utara. Selama proses rekapitulasi berlangsung tidak ada keberatan dari saksi kedua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Hanya saja ada beberapa catatan dari Panwaslu Kabupaten yang mempertanyakan C 1 yang dimiliki PPK Aru Utara, yang semula tidak dimiliki.

"Kami mensinyalir kotak suara dibuka oleh PPK Aru Utara tanpa diketahui Saksi dan Panwaslu, karena menurut laporan dari Panwascam, selama Proses rekap ditingkat Kecamatan PPK tidak memiliki C1 ini merupakan selahan prosedur yang harus diberi sangksi," kata Ketua Panwaslu, Demianus Labok.

Sementara itu, Lukman Definubun, Ketua PPK Aru Utara saat memberikan klarifikasi mengatakan, bahwa C1 telah dimiliki dalam dalam rekapan ditingkat PPK, mereka tidak menggunakan C1 tetapi D1. Karena tidak puas, Panwaslu tetap bersikeras dan akhirnya dibentuk Tim kecil yang terdiri dari PPK dan Panwascam untuk dilakukan pencocokan.

Waktu kerja tim kecil selama dua jam hasilnya tidak ditemukan adanya indikasi pelanggaran, karena pembukaan kotak suara guna pengambilan C1 untuk discnaer ke KPU pusat tidak mempengharui perolehan suara sah.

Jumlah Pemilih terdaftar pada Pilpres yang bersumber dari Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Khusus, Daftar Pemilih Tambahan dan Daftar Pemilih Khusus Tambahan sebanyak 61.125 Pemilih. Yang menggunakan Hak Pilih 41.711 Pemilih. (SOY)