MALUKUnews, Dobo: Krisis air bersih di Desa Benjuring di Kecamatan Aru Utara Timur Batuley, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, masih terus berlanjut.

Seperti dilaporkan sebelumnya, krisis air bersih ini membuat masyarakat Desa Benjuring harus rame-rame berjalan kaki selama 3 sampai 4 kilo ke tengah hutan untuk mendapatkan air. Di tengah hutan itu, ada sumur kecil yang menjadi tumpuan masyarakat untuk mendapatkan air. Krisis air bersih ini akibat musim kemarau, sehingga sumber air di desa itu banyak mengering.

Kini, sumur itu debit airnya mulai berkurang dan terlihat mulai keruh. Meskpun keruh, namun tidak ada cara lain, masyarakat tetap saja memanfaatkan air itu.

Pantauan Malukunews.co di Desa Benjuring yang juga desa yang berada di pulau terluar ini, Kamis, kemarin, terlihat masyarakat yang terdiri dari ibu-ibu dan para remaja itu sedang menuju ke tengah hutan dengan membawa cargen maupun ember untuk mencari air bersih.

Kepala Desa Benjuring, Bosco Korison, mengatakan, warganya terpaksa memanfaatkan air bersih ditengah hutan itu. Karena hanya itu adalah pilihan kami satu-satunya untuk bertahan hidup. “ Air semua yang ada di kampung ini mengering. Jadi warga saya harus berjalan ke tengah hutan untuk mencari air,” ujar Kepala Desa Benjuring itu.

Meskipun kondisi seperti ini sudah berlangsung lama setiap kali musim kemarau, namun pemerintah belum juga menyentuh kebutuhan mereka akan air minum bersih. (Latif)