MALUKUnews, Dobo: Ketua Perhimpunan Mahasiswa Aru (Permaru) Maluku, Samuel Ermupli dikeroyok oleh sejumlah pemuda yang jumlahnya sekitar 30 Orang, di Kota Dobo sekitar pukul 12.00 WIT, Senin (04/11) dekat Pendopo Bupati.

Ketua Permaru, Samuel Ermupli kepada sejumlah Wartawan di Kota Dobo usai kejadin itu menceritakan, bahwa saat itu, dirinya bersama John Jontar sementara bertemu di keluarganya di Kompleks Warah, namun tiba-tiab didatangi seorang Pemuda lalu manriknya dan memukul.

“Saya dipanggil lalu ditanya, kamu Ketua Permaru ya, lalu saya bilang iya. Tiba-tiba dia pukul dan dibantu oleh teman-temannya hingga saya terjatuh,” cerita Ermupli.

Setelah terjatu di atas tanah, Lanjut dia mereka lari sambil mengeluarkan nada mengancam, jangan coba-coba kamu demo tolak Carateker.

Karena dikeroyok banyak orang, mengakibatkan wajah Ketua Permaru itu mengalami luka memar dan bengkak serta pinggul terasa sakit. Samule bersama temannya kemudian menuju RSUD Cendrawasih Dobo untuk melakukan Visuan serta melaporkan insiden itu ke Mapolres Kepulauan Aru.

Kapolres Kepulauan Aru, AKBP. Moh Room Ohoirat ketika di Konfirmasi terkait Pemukulan Ketua Permaru mengatakan bahwa saat itu, ada sejumlah Pemuda yang diduga merupakan pendukung Carateker Bupati Kepulauan kembali dari kediaman Stand Suarlembit dan bertemu dengan Ketua Permaru lalu dianiaya. “Ada Sejumlah Pemuda yang diduga Pendukung carateker yang baru kembali dan mengancam Stand Suarlebit dan bertemu dengan Ketua Permaru lalu di dipukul,” kata Kapolres.

Ditambahkan Kapolres setelah itu, Massa dan keluarga dari Korban (Kertau Permaru) diarahkan oleh Polisi untuk melaporkan insiden itu ke Mapolres, namun mereka tidak ke Polres tetapi menuju rumah Pribadi Carateker Bupati dan merusaki sejumlah Kaca jendela.

Atas insiden ini, Kapolres mengatakan Polisi telah mengamankan tujuh orang beserta alat bukti, Busur dan Anak Panah dari kelompok atau masa Ketua PERMARU.

Sementara Pelaku Pemukulan Ketua Permaru, kata Kapolres sampai saat ini belum ditahan dan diproses hukum karena belum ada laporan dari Korban.

Kapolres menghimbau kepada Masyarakat agar memberikan kesempatan kepada Polisi untuk menangani masalah ini hingga tuntas. “Kami tetap nertal dalam menangani kasus ini. Kalau misalnya sidah dilaporkan, kita akan usut hingga tuntas,” kata Kapolres.

Untuk mengamankan situsasi kota Dobo, khususnya kediaman rumah Pribadi Carateket Bupati Kepulauan Aru, Polisi menurunkan seluruh personil, dibantu 40 Anggota Brimobda, Satu Pleton TNI AD berjumlah 30 Orang.(YOS)