MALUKUnews, Ambon: Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) untuk mengantisipasi penyakit malaria dikalangan masyarakat Bursel, yakni melakukan kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk melakukan pemeriksaan.

“Pemeriksaan ini dilakukan setiap enam bulan sekali,” ujar Bupati Bursel Tagop Sudarsono kepada wartawan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Provinsi Maluku tahun 2013 yang berlangsung di lantai II gedung Islamic Center, Senin, kemarin.

Menurutnya, Kabupaten Bursel merupakan salah satu daerah yang berpotensi besar terserang penyakit malaria. Hal tersebut disebabkan karena pola hidup tradisi adat masyarakat yang kurang sehat. Selain itu juga dipengaruhi oleh kurangnya tenaga Dokter ahli, sehingga pelayanan kesehatan tidak berjalan begitu baik.

“Olehnya itu, kami saat ini terus berupaya untuk mengembalikan cara hidup sehat di kalangan masyarakat Bursel mulai dari daerah perkotaan hingga daerah pedalaman yang tidak bisa dijangkau, dengan melakukan upaya atau program-progra, untuk memperbaiki pola hidup msyarakat,” pungkasnya.

Akui Tagop, upaya-upaya ini perlu adanya dukungan dari seluruh masyarakat Bursel, karena tanpa adanya dukungan dari masyarakat, maka semuanyta tidak bisa berjalan dengan baik. (Shella)