MALUKUnews, Ambon: Gubernur Maluku, Said Assagaff mendesak para pihak yang bersentuhan langsung dengan proyek RSUD di Poka untuk percepat pemba­ngunannya. Desakan itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Daerah (Ra­kerda) IV Provinsi Maluku yang berlangsung di Desa Biloro Kecamata Kepala Madang Kabupaten Bursel Jumat, kemarin.

Menurut Gubernur, pemilihan lokasi pemba­ngunan di Desa Poka sangat tepat karena dekat dengan Fakultas Kedokteran Unpatti.

Meski demikian, diakuinya, pem­bangunan mega proyek itu terkendala anggaran. Olehnya, Gubernur meminta Kepala BPPKAD Maluku untuk mengucurkan anggaran pembangunan rumah sakit tersebut dari rekening cadangan.

“Saya ingin agar tidak ada hambatan dalam pembangunan ini. Jadi tolong kucurkan saja anggarannya dari rekening cadangan,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan RSUD Haulussy di Poka sangat penting, terutama bagi mahasiswa kedokteran, karena dengan begitu mereka bisa praktek dengan mudah dan dekat dengan lokasi.

Mengenai masalah lahan, Gubernur menandaskan kepada Dinas PU Maluku, jika tidak ada persoalan lahan dengan pemilik, sudah seharusnya Dinas PU melakukan action di lapangan. “Tidak ada masalah tentang lahan, cepat kerjakan karena itu sangat penting untuk kebutuhan mahasiswa kita juga. Seharusnya tidak ada masalah tentang ang­garan, supaya kerja lancar. Jadi tolong selesai dari sini PPKAD realisasikan ang­garan tersebut,” pintanya.

Proyek pembangunan RSUD Haulussy di Desa Poka menelan anggaran sebesar Rp 65 milyar. Sebelumnya pemda telah menyanggupi dan mengkucurkan anggaran sebesar Rp. 10 milyar, akan tetapi anggaran tersebut tidaklah cukup untuk pekerjaan lanjut.

“Kan, tadi dibilang sudah ada Rp. 10 milyar dari Rp 65 milyar yang dianggarkan. Sisanya itu, bisa dikucurkan lewat anggaran rekening cadangan, sehingga tidak ada pembangunan yang tertunda ataupun terhambat karena masalah anggaran,” ujar Gubernur.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala BAPPEDA Maluku, Anthon Sihaloho mengatakan, rencana pembangunan RSUD Haulussy di Poka telah dianggarkan ke APBD, dan pemerintah pusat akan membantu percepatan pembangunannya.

“Perlu kita ingat, pembangunannya sudah dianggarkan dalam APBD, dan pemerintah pusat sudah siap untuk membantu percepat pembangunan­nya,” ungkap Sihaloho.

Menurutnya, masalah anggaran untuk pembangunan RSUD Haulussy tidak usah di khawatirkan, karena pe­merintah pusat melalui Direktur Utama Kesehatan telah berjanji untuk bantu percepatkan pembangunan. “Tidak usah dikhawatirkan, karena itu sudah janji langsung dari Dirut Kesehatan pusat,” kata Sihaloho. (S5)