MALUKUnews, Ambon: Luapan kekecewaan masyarakat Kabupaten Buru Selatan (Bursel) terhadap janji manis Panitia Penyelenggara Sail Maluku 2013, untuk menjadikan Namrole sebagai titik singgah perahu layar peserta Sail Maluku 2013 tidak hanya melalui Wakil Bupati, Ayub Saleky.

Anggota DPRD Kabupaten Bursel, Jonias Hukunala juga menyatakan kekecewaannya. Seperti dikutif dari Siwalima hari ini. Ia mengatakan, Panitia Sail Maluku 2013 sudah mengecewakan Pemerintah Kabupaten Bursel teristimewa masyarakat setempat.

Pasalnya, setelah melakukan survei ke Namrole, Ketua Panitia Sail Maluku 2013, Hellen de Lima berjanji untuk menjadikan Namrole sebagai titik singgah peserta, namun sampai waktunya, tidak satu pun perahu layar asing dari Australia yang menyinggahi Namrole.

Parahnya lagi kata Hukunala, pemkab setempat telah menyiapkan segala sesuatu menanti kedatangan tamu-tamu asing itu.

Dikatakan, seharusnya panitia Sail Maluku dalam hal ini Hellen de Lima menyampaikan alasan secara transparan pembatalan Namrole sebagai titik singgah.

“Paling tidak teleponlah, berikan penjelasan secara transparan. Kasihan masyarakat dan pemerintah Bursel sudah siap. Ini menunjukkan kinerja panitia Sail Maluku sangat tidak tidak profesional,” kata Hukunala.

Ia menjelaskan, Bursel merupakan daerah yang menyimpan potensi pariwisata yang sampai sekarang belum dikenal khlayak ramai. Salah satunya di Kecamatan Kapala Madan, yang merupakan jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III yang mana pada zaman dulu, kapal-kapal internasional yang melewati perairan itu singgah dan mengambil air tawar, di sumber mata air tawar yang muncul dari dalam laut.

“Ini yang kami hendak promosikan kepada dunia luar termasuk masyarakat Maluku secara umum, bahwa di Kecamatan Kepala Madan itu ada menyimpan potensi pariwisata yang dapat dikembangkan untuk kemajuan Bursel dan Maluku secara umum,” jelasnya.

Ia menilai, Panitia Sail Maluku 2013 sudah melakukan pembohongan dan janji-janji manis untuk Pemkab Bursel. Namun demikian, Pemkab Bursel tidak patah arang, sebab mempromosikan pariwisata sudah diprogramkan melalui dinas terkait dan dalam waktu dekat hal itu akan diwujudkan.

Sebelumnya diberitakan, Panitia Sail Maluku 2013 dinilai telah menipu masyarakat Kabupaten Bursel. Buktinya, panitia telah memberikan jaminan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bursel untuk menjadikan Namrole, ibukota kabupaten tersebut sebagai salah satu titik singgah perahu layar peserta Sail Maluku 2013.

Namun ternyata hingga jadwal yang ditetapkan tidak ada satu pun perahu layar yang menyinggahi daerah tersebut, sementara masyarakat bersama Pemkab Bursel sudah melakukan berbagai persiapan.

Parahnya, PT Sandy de Lima Tour dan Travel, penyelenggara Sail Maluku 2013 yang dipimpin Hellen de Lima hingga saat ini justru tidak pernah memberitahukan secara lisan maupun tertulis terkait pembatalan Namrole sebagai salah satu titik singgah perahu layar peserta Sail Maluku 2013.

Padahal penyelenggara Sail Maluku 2013 sebelumnya telah melakukan survei lokasi, penetapan titik singgah, agenda kegiatan dan berbagai persiapan lainnya.

Menyikapi hal ini, Wakil Bupati Bursel, Ayub Seleky menyatakan kekecewaannya karena perahu layar peserta Sail Maluku tidak menyinggahi Kabupaten tersebut.

‘Masyarakat dan Pemkab Bursel sangat kecewa karena peserta lomba perahu layar Sail Maluku tidak menyinggahi kabupaten yang baru dimekarkan tahun 2011,” kata Seleky kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Kamis (5/9).

Dijelaskan, peserta lomba layar Sail Maluku yeng terdiri dari lima kapal layar asal Australia semula dijadwalkan menyinggahi Namrole, ibukota Kabupaten Bursel pada 28 - 29 Agustus 2013 tetapi hingga jadwal yang ditetapkan tidak ada satu pun perahu layar yang menyinggahi daerah tersebut.

“Peserta Sail Maluku dijadwalkan akan berada di Namrole selama dua hingga tiga hari dan pihak penyelenggara akan menyelenggarakan kegiatan seremonial bersama pemkab, dan mengunjungi sejumlah lokasi wisata di Namrole. Kami telah melakukan persiapan selama empat hari untuk menyambut para peserta, khususnya para siswa yang telah mempersiapkan tarian dan juga lokasi wisata yang akan dikunjungi para peserta,” jelasnya.

Seleky mengungkapkan kekecewaan tersebut disebabkan penyelenggara Sail Maluku 2013 tidak melakukan koordinasi ke pemkab.

“Panitia sebelumnya telah melakukan survei lokasi, penetapan titik singgah, agenda kegiatan dan berbagai persiapan tetapi hingga waktu yang ditetapkan tidak ada koordinasi dari pihak panitia sehingga masyarakat Bursel merasa ditipu,” ungkapnya.

Ia berharap, panitia penyelenggara dapat menjelaskan ke masyarakat terkait ketidakhadiran peserta Sail Maluku di Kabupaten Bursel. (S5)