MALUKUnews, Namrole: Panwaslu Kabupaten Bursel telah memanggil, Jurmin Lesilawang, anggota Panwascam Waesama atas dugaan keterlibatannya didalam partai politik dan duduk sebagai salah satu pengurus Partai Golkar versi Munas Ancol.

“Kami sudah panggil Jurmin kemarin, dan hasilnya disampaikan bahwa SK Nomor : Kep-711.DPP/Golkar/VII/2015 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia DPD II Partai Golkar Kabupaten Bursel masa bahkti 2015-2020, itu terbit setelah dia (Jurmin-red) dilantik sebagai Panwas Kecamatan Waesama tanggal 8 Juli 2015, sementara penerbitan SK-nya itu setelah pelantikan. Jadi dia (Jurmin-red) lebih duluan di Panwas dan tidak di partai Golkar,” jelas Ketua Panwaslu Kabupaten Bursel, Siyusuf Solissa kepada Siwalima di Namrole, Senin (31/8).

Dengan demikian, lanjutnya, Jurmin Lesilawang tetap sebagai anggota Panwascam Waesama, dan tidak terlibat sebagai anggota DPC Partai Golkar dengan menjadi Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD II Partai Golkar Kabupaten Bursel

Selain itu, kata Solissa, Jurmin telah mengklarifikasi kepada DPD II Partai Golkar Bursel memasukkan namanya sebagai salah satu pengurus tanpa konfirmasi dengannya.

“Namanya dicantumkan begitu saja, karena kedekatan beliau dengan pak Hanafi Mony. Dimana, ada kedekatan secara emosional dan setiap hari juga akrab. Jadi setelah namanya dimasukkan barulah dikonfirmasikan kepadanya bahwa mereka ada cantumkan namanya. sehingga dia (Jurmin-red) tidak ada kesediaan sama sekali terlibat di dalam kepengurusan tersebut,” katanya.

Jurmin juga, katanya, tidak pernah menandatangani surat kesediaan untuk duduk dalam kepengurusan DPD II Partai Golkar Bursel.

Kendati demikian, Solissa mengungkapkan, pihaknya tidak percaya begitu saja kepada Jurmin, tetapi akan membuat surat undangan klarifikasi kepada Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bursel versi Agung Laksono, Hanafi Mony dengan nomor 85/PANWAS/KAB-BURSEL/VIII/2015, dengan meminta partai berlambang pohon beringin tersebut mengklarifikasi masalah itu.

Ditegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas sampai pemberhentian kepada Jurmin, jika terbukti terlibat dengan seluruh aktivitas di DPD II Partai Golkar Kabupaten Bursel.

“Tinggal kita klarifikasi ke DPD II Partai Golkar Kabupaten Bursel. Kalau pihak DPD hanya catut nama, maka tidak ada sanksi kepada Jurmin. Sebab, tidak ada bukti. Tapi, kalau terbukti bahwa memang selama ini Jurmin mengikuti proses-proses di partai tersebut atau ada punya kesediaan, maka akan diberhentikan,” tuturnya.

Jurmin Lesilawang, anggota Panwascam Waesama, diduga sebelum dilantik sebagai anggota Panwascam, yang bersangkutan diduga terlibat aktif sebagai sekretaris Bapilu DPD II Partai Golkar Kabupaten Bursel versi Agung Laksono yang dipimpin oleh Hanafi Mony sebagai Ketua dan Ujianudin Temarwut sebagai Sekretaris, dengan SK Nomor : Kep-711.DPP/Golkar/VII/2015 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia DPD Partai Golkar Kabupaten Bursel masa bahkti 2015-2020. (S5)