MALUKUnews, Ambon: Pemda Buru Selatan dan bersama TNI dan Polri, melakukan identifikasi dampak dari gempa yang berkekuatan 5,7 SR yang terjadi di Buru Selatan beberapa hari lalu. Dari hasil identifikasi itu diketahui sebanyak 67 unit rumah milik warga rusak ringan, 3 unit SD dan TK rusak ringan dan satu bangunan masjid yang dindingnya retak. Selain kerusakan bangunan itu, juga diketahui 3 orang warga mengalami luka ringan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Dereah (BPBD) Maluku, Kifli Wakano, dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi Malukunews.co, Minggu (04/05), sore, menjelaskan, tim yang diketuai Sekda Buru Selatan itu, menemukan jumlah kerusakan bangunan dan korban luka itu di lima desa dari total desa yang ada di kecamatan Ambalau. Gempa yang terjadi di Bursel itu berpusat di kecamatan Ambalau.

Menurut Wakano, pihak BPBD Baru Selatan, yang juga ikut dalam proses identifikasi itu melaporkan, pada proses identifikasi itu, Pemda Bursel juga sekaligus memberikan bantuan beras sebanyak 300 karung ukuran 20 kg dan 120 karton sarimi kepada korban bencana.

Untuk diketahui, gempa tektonik berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR), yang terjadi Jumat (02/05/2014) sekira pukul 17.43 WIT, petang, dengan titik pusat gempa berada di Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, Maluku.

Gempa berkekuatan 5,7 SR tersebut juga dirasakan cukup kuat getarannya di Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon, pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer dengan lokasi gempa berada di 3,72 Lintang Selatan dan 127,46 Bujur Timur atau 88 kilometer timur laut Buru Selatan. (Qin)