MALUKUnews, Ambon: Puluhan rumah warga di Desa Ulima, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, Maluku mengalami kerusakan akibat diguncang gempa tektonik berkekuatan 5,7 Skala Richter (SR), Jumat (2/5/2014) sekira pukul 17.43 Wit petang.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Kifli Wakano kepada Kompas.com Jumat malam membenarkan adanya dampak kerusakan dari gempa yang ditimbulkan. “Kami mendapat informasi kalau puluhan rumah warga di Buru Selatan mengalami kerusakan, namun kita belum mendapatkan laporan secara resmi dari Pemerintah Kabupaten Buru Selatan. Mungkin mereka masih mendata kerusakan yang ada," ungkap Kifli.

Secara terpisah, Kapolres Pulau Buru, AKBP Komaruz Zaman saat dihubungi Kompas.commembenarkan sekitar 20 rumah warga di Desa Ulima mengalami kerusakan akibat dampak gempa yang menggoyang wilayah Maluku. "Rumah-rumah warga yang rusak di Desa Ulima itu sesuai laporan yang kita dapat dari sana sekitar 20 unit rumah. Itu sudah termasuk rusak berat dan rusak ringan,” ungkapnya. Dia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Buru Selatan, dan dipastikan besok, pihaknya bersama pemerintah daerah setempat akan meninjau langsung kerusakan rumah-rumah warga di desa tersebut.

“Besok itu kita akan langsung meninjau desa tersebut bersama pemerintah daerah. Kita sudah koordinasi tadi,” ujarnya.

Gempa berkekuatan 5,7 SR tersebut juga dirasakan cukup kuat getarannya di Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pattimura Ambon, pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer dengan lokasi gempa berada di 3,72 Lintang Selatan dan 127,46 Bujur Timur atau 88 kilometer timur laut Buru Selatan. (kompas.com)