MALUKUnews, Namrole: Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang I Talitakumi, Buru Selatan (Bursel), Jumat (25/07), bersama personil TNI/Polri melakukan kerja bahkti membersihkan sejumlah masjid di Kota Namrole. Maasjid-masjid yang menjadi target kerja bahkti itu adalah masjid yang ada di Desa Labuang dan Desa Lektama.

TNI/Polri yang dilibatkan dalam proses kerja bahkti tersebut terdiri dari personil Kompi Senapan D Yonif 731/Kabaresi, personil Polsek Namrole serta personil Brimob Kompi 3 Namrole.

Sementara itu, tiga Ranting AMGPM yang ada di Kota Namrole, yakni Ranting Talitakumi-Labuang, Ranting Imanuel-Waenono Kamlanglale dan Ranting Kawanila pun turut dilibatkan dalam proses kerja bahkti yang dipimpin langsung oleh Ketua AMGPM Cabang I Talitakumi, Jemy Liligoly tersebut.

Ketua AMGPM Daerah Bursel Samy Latbual, Sekretaris Daerah AMGPM Bursel Dedy Seleky, Sekretaris Daerah Bidang I AMGPM Bursel Steven Kailola, Ketua Majelis Jemaat GPM Labuang Pendeta MJ Timisela dan Ketua Majelis Jemaat GPM Waenono-Kamlanglale serta sejumlah anggota kedua jemaat pun turut serta dalam proses kerja bahkti itu.

Kerja bahkti yang digagas oleh AMGPM Cabang I Talitakumi dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan para imam di kedu Mesjid itu mendapat respon yang sangat baik dari para jamaah Mesjid di kedua desa. Hal itu, dibuktikan dengan turut sertanya para jamaah berbaur dalam kebersamaan itu.

Ketua AMGPM Cabang I Talitakumi, Jemy Liligoly usai proses kerja bahkti itu mengaku kerja bahkti yang dilakukan tersebut bertujuan untuk mendukung dan menyemangati kembali program Pemerintah Kabupaten Bursel berupa Jumat Bersih yang kini terasa meredup. “Semoga dengan gagasan ini dapat mensupport kembali program Pemkab Bursel berupa kegiatan Jumat Bersih itu lagi,” ujarnya.

Selain itu, katanya lagi, kerja bahkti yang dilakukan itu bertujuan pula untuk meningkatkan sikap toleransi hidup beragama di Bumi Fuka Bipolo tersebut.“Apa yang kami gagas ini merupakan bentuk implementasi Moto kita sebagai Garam dan Terang Dunia. Terlebih lagi, menjelang hari Raya Idul Fitri yang akan dirayakan oleh saudara-saudara kita umat muslim, maka kami memandang perlu untuk mengeratkan hubungan toleransi antar sesama umat beragama di daerah ini,” kata Liligoly.

Dimana, sebagai orang-orang muda, khususnya yang merupakan potensi-potensi AMGPM, pihaknya ingin membangun hubungan yang harmonis antar sesama pemeluk agama di daerah itu. “Ini menandakan bahwa tak ada sekat antar umat beragama di daerah ini, terlebih lagi ini pun semakin memperjelas hubungan Kai Wait yang telah lama bertumbuh dan menjadi jati diri masyarakat di daerah ini,” terangnya.

Lebih lanjut dirinya mengaku gembira dan turut menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kerja bahkti tersebut, terutama pihak TNI/Polri.

“Kerja bahkti massal ini dapat berjalan sukses karena mendapat dukungan positif dari semua pihak, baik teman-teman yang ada di Ranting, Badan Majelis Jemaat, termasuk teman-teman dari Kompi Senapan D Yonif 731/Kabaresi, Polsek Namrole serta Brimob Kompi 3 Namrole,” tuturnya.

Dijelaskannya, sesuai rencana awal pihaknya berencana untuk menggelar kegiatan bahkti massal itu harusnya dilakukan di semua rumah ibadah di dalam Kota Namrole, bahkan seputaran Kota Namrole, tetapi dari hasil koordinasi yang dilakukan ternyata ada sejumlah umat muslim di Desa-Desa di Kota Namrole yang pada hari Jumat ini telah merayakan hari rayanya sehingga, kerja bahkti yang dilakukan hanya difokuskan pada Mesjid di Desa Lektama dan Desa Labuang.

“Ini merupakan langkah awal yang baik dan akan menjadi acuan bagi kami untuk terus merealisasikan program-program seperti ini lagi di waktu-waktu yang akan datang, baik menjelang hari-hari keagamaan maupun hari-hari nasional,” ujarnya. (Eda)