MALUKUnews, Namrole: Praktek jJoki secara massal ditemukan dalam pelaksaan tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur honorer Katagori II yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Minggu (03/11).

Praktek joki ini dilakukan oleh sejumlah peserta tes atas izin dan kebijakan langsung dari pihak BKD dan Diklat Kabupaten Bursel. Salah satu praktek joki yang ditemukan langsung oleh wartawan ialah peserta atas nama La Ode Taslim dengan nomor tes 7808-42—00481-8. Ternyata yang bersangkutan tidak hadir dan saudaranya bernama Suparti Wally menggantikan posisi La Ode Taslim untuk mengisi lembaran jawaban yang sebelumnya diserahkan oleh pihak pengawas yang bertugas pada ruangan 25 di SMA Negeri Namrole.

Bahkan, tak tanggung-tanggung, salah satu pengawas pada ruangan lainnya yang merupakan saudara dekat La Ode Taslim dan Suparti Wally pun bernama La Anca pung ngotot keras siap bertanggung jawab atas praktek joki yang dilakukan oleh saudaranya itu karena telah berkoordinasi dengan staf BKD atas nama Rence Lesnussa. Walau kemudian Lesnussa pun membantah bahwa dirinya tidak pernah mengizinkan hal itu.

Tak hanya itu, salah satu oknum TNI bernama Uma Umasugi pun kedapatan melakukan praktek joki serupa, namun tidak diketahui secara pasti prkatek joki yang dilakukan oleh Uma Umasugi ini menggantikan honorer Kategori II atas nama siapa. Itu merupakan sample joki yang berhasil ditemukan langsung. Tetapi, tidak hanya sebatas itu, praktek joki ternyata berlangsung secara massal dalam proses tes tersebut. Pasalnya, ada ratusan nama, baik yang selama ini melakukan aktivitas honor maupun tidak honor yang ternyata masuk daftar honorer K2 Tahap Awal maupun Tambahan dalam jumlah ganda maupun tiga nama.

Hal ini, kemudian dimanfaatkan oleh pihak BKD dan Diklat Kabupaten Bursel yang dipimpin oleh AM Laitupa untuk diserahkan kepada para honorer maupun puluhan orang lainnya yang mengkomplain daftar nama honorer K2 agar bisa diakomodir dalam proses tes kemarin. Padahal, meski pun mengikuti tes kemarin, namun para peserta yang kemudian diakomodir pada , Sabtu (2/11) malam sekitar pukul 22.30 WIT hingga Minggu (3/11) sekitar pukul 03.00 WIT tersebut terbilang mengikuti praktek joki massal yang diotaki oleh pihak BKD Kabupaten Bursel. Hingga berita ini dipublikasikan belum diperoleh konfirmasi lansung dengan Bupati Buru Selatan, Tagop Soulisa. (El)