MALUKUnews, Ambon: Penyidik Kejati Maluku memeriksa Sekretaris Panitia Lelang, Hairul Latif Tuahuns, Kamis (14/8). Ia diperiksa untuk melengkapi berkas dua tersangka tam­bahan dalam kasus korupsi pengadaan bibit rumput laut di Kepala Madan, Kabupaten Bursel senilai Rp 761.924.000.

Kedua tersangka tambahan yang ditetapkan jaksa dalam proyek amburadul ini yakni Direktur CV Cahaya Citra Abadi, Nur Sonny Al Idrus dan pelaksana proyek, Ach­mad Padang.

Tuahuns diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Agus Rianto dari pukul 11.00 hingga pukul 14.00 Wit.

“Ini adalah saksi yang diperiksa jaksa untuk melengkapi berkas ke­dua tersangka,” tandas Kasi Pen­kum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia, kepada Siwalima, di Kantor Kejati Maluku, Kamis (14/8).

Palapia menambahkan, sejumlah saksi lainnya juga akan diperiksa, termasuk kedua tersangka.

Direktur CV Cahaya Citra Abadi, Nur Sonny Al Idrus dan pelaksana proyek, Achmad Padang ditetapkan sebagai tersangka, setelah penyidik melakukan ekspos, Kamis (3/7) di Kantor Kejati Maluku. Ekspos dihadari Kajati, I Gede Sudiatmaja dan sejumlah asisten.

Untuk diketahui, dalam kasus ko­rupsi proyek rumput laut Kecamatan Kepala Madang, Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BP­KP) Perwakilan Maluku menemukan kerugian negara sebesar Rp 678.­805.019 dari nilai proyeknya Rp 761.924.000.

Sumber Siwalima, di Kantor Kejati Maluku menyebutkan dari nilai proyek sebesar Rp 761.924.000, yang ditindaklanjuti oleh rekanan berupa pengadaan bibit rumput laut dan tali tambang senilai Rp 211.­580.250.

Cornes Sahetapy saat sementara men­jalani pemeriksaan di Peng­adilan Tipikor Ambon. Saat proses pe­nyi­dikan, ia telah mengembalikan uang se­besar Rp 400 juta ke kas negara me­lalui penyidik Kejati Maluku. (S5)