MALUKUnews,Namrole: Lemahnya tingkat pengawasan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Buru Selatan (ESDM Bursel), mengakibatkan lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sekretaris Dinas ESDM Sam Borut yang dikonfirmasi terkait kelangkaan dan lonjakan harga memilih bungkam. “Silakana konfirmasi langsung saja dengan Kadis Imram Mahmud saja ya,” ujar Borut mengelak.

Sementara Kadis ESDM Kabupaten Bursel yang dikonformasi via Short Message Service (SMS) mengatakan, dirinya sementara mengikuti kegiatan, bahkan ia meminta wartawan untuk memantau kondisi yang terjadi. Imran mengatakan, kondisi seperti ini biasanya terjadi pada kondisi tertentu, seperti ketika cuaca ekstrim. Hal inilah yang membuat pendistribusian mengalami hambatan.

Pantauan Malukunews.co, Kamis (05/09), kelangkaan BBM tidak terjadi lagi namun harga BBM terutama jenis premium meroket antara Rp. 11-115.000 per liternya.

Kasat Satpol PP Kabupaten Bursel, Asnawi Gay yang dikonfirmasi terkait pengawasan kelangkaan dan lonjakan harga BBM mengatakan, ia tak bisa berbuat apa-apa, karena Harga Eceran Tertinggi (HET) belum ditentukan pasca kenaikan harga BBM tanggal 22 Juni 2013 Lalu. Padahal sebelumnya Gay sangat getol untuk mengawasi kelangkaan dan lonjakan harga BBM. (Yuli)